Siaga Kekeringan, BPBD Bondowoso Catat Ribuan Warga Terdampak

  • 05 Jun 2026 14:12 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso menetapkan status siaga kekeringan seiring masuknya musim kemarau di wilayah setempat.

Status tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Bondowoso yang mencakup sembilan kecamatan, 13 desa, 20 dusun, dan 1.784 kepala keluarga (KK) yang berpotensi terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah penanganan, baik untuk kebutuhan darurat maupun jangka panjang.

“Pada saat ini Bondowoso telah memasuki musim kemarau yang mana ada beberapa daerah yang mengalami rawan kekeringan. Dan ini sudah kami tetapkan sebagai siaga kekeringan melalui SK Bupati yang mana meliputi 9 kecamatan, 13 desa, 20 dusun, dan 1.784 KK,” kata Kristianto, Jumat, 5 Juni 2026.

Untuk penanganan darurat, BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Distribusi air bersih direncanakan sebanyak 28 kali dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Nah, untuk kedaruratan kami telah mendistribusikan air bersih yang kami rencanakan sebanyak 28 kali karena mengingat keterbatasan anggaran dan ini nanti akan kita lanjutkan dengan beberapa skema,” ujarnya.

Selain distribusi air bersih, BPBD juga menyalurkan bantuan berupa tandon air kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk membantu warga menampung pasokan air selama musim kemarau berlangsung.

Di sisi lain, BPBD telah melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan sebagai dasar penyusunan program penanganan jangka panjang. Hasil pemetaan tersebut akan dikoordinasikan dengan instansi teknis guna mendapatkan intervensi program penyediaan air bersih.

“Untuk ke depan, kita sudah melakukan pemetaan berkait daerah yang rawan kekeringan, yang nantinya kita akan koordinasi dengan instansi teknis untuk bisa diintervensi program pengadaan air bersih,” tutur Kristianto.

BPBD juga mengusulkan pembangunan sumber air bor kepada BPBD Provinsi Jawa Timur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu, pihaknya menjajaki kerja sama dengan dunia usaha dan organisasi kemanusiaan untuk mendukung penyediaan sumber air di daerah terdampak.

Menurut Kristianto, kebutuhan distribusi air bersih ke depan akan terus dikaji, termasuk kemungkinan dukungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur maupun skema pembiayaan lain yang memungkinkan untuk memperkuat penanganan kekeringan di Bondowoso.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....