BPBD Jember: Lima Kecamatan Terdampak Kekeringan

  • 06 Agt 2026 07:19 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat sedikitnya lima kecamatan terdampak kekeringan selama musim kemarau tahun ini.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan lima kecamatan yang terdampak meliputi Pakusari, Kalisat, Silo, Bangsalsari, dan Jelbuk.

Di Kecamatan Pakusari, sebanyak 125 kepala keluarga (KK) terdampak, sementara di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, terdapat sekitar 325 KK yang mengalami kesulitan air bersih.

“Kemudian di Dusun Baban, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo dengan 85 KK terdampak, di Kecamatan Bangsalsari, Desa Banjarsari, ada 82 KK dqn 102 KK di Desa Panduman, Jelbuk,” ujarnya, saat on air Halo RRI, Rabu (5/8/2026).

Selain mendistribusikan bantuan air bersih, pihak BPBD juga terus melakukan asesmen untuk memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak terpenuhi.

Menurut Edy, penyebab kekeringan di setiap wilayah tidak sama. Sebagian terjadi akibat sumur warga yang mengering karena musim kemarau.

Namun ada pula yang dipicu kerusakan jaringan pipanisasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).

“Contohnya di Kecamatan Sumberjambe sumber air sebenarnya masih tersedia, tetapi distribusi terganggu akibat kebocoran dan kerusakan jaringan pipa,” katanya.

Karena itu, BPBD meminta pemerintah desa, kecamatan, dan pengelola PAMSIMAS segera melakukan perbaikan. Jika kendala teknis tidak dapat diatasi, penanganan akan dikoordinasikan dengan OPD terkait, termasuk Dinas PUPR.

Edy menambahkan, hingga saat ini sarana distribusi air bersih masih mencukupi untuk melayani wilayah terdampak.

Meski Bangsalsari dan Jelbuk tidak termasuk daerah prioritas berdasarkan peta kerawanan, BPBD tetap menyalurkan bantuan air bersih sebagai bentuk respons kemanusiaan karena masyarakat belum memperoleh pasokan air yang memadai.

BPBD juga mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama puncak musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga September.

“Kami mengimbau agar warga memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan pokok seperti minum, memasak, dan mandi, agar persediaan air tetap mencukupi hingga musim hujan tiba,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....