Polije Kukuhkan Guru Besar Bidang Ternak Puyuh untuk Dukung Ketahanan Pangan

  • 26 Mei 2026 14:08 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Politeknik Negeri Jember resmi mengukuhkan Rosa Tri Hermawati sebagai guru besar bidang ternak puyuh dalam prosesi yang digelar di GOR Perjuangan ’45, Selasa (26/5/2026).

Pengukuhan profesor baru tersebut dinilai menjadi langkah strategis kampus dalam memperkuat riset ketahanan pangan berbasis protein hewani.

Direktur Polije, Saiful Anwar, mengatakan kepakaran di bidang ternak puyuh diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan kampus maupun masyarakat.

“Kepakaran beliau di bidang ternak puyuh harapannya mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan kampus dan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Saiful, pengukuhan guru besar juga menjadi motivasi bagi para dosen bergelar doktor untuk meningkatkan jabatan akademik serta memperkuat budaya riset di lingkungan kampus.

Ia menambahkan, penambahan jumlah profesor menjadi bagian penting dalam target transformasi Polije menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum atau PTNBH pada tahun 2029.

Sementara itu, Prof. Rosa Tri Hermawati menyebut ternak puyuh memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif yang murah dan bergizi.

Ia mengaku telah meneliti komoditas puyuh sejak tahun 2008. Ini karena dinilai memiliki masa panen cepat dan tidak membutuhkan lahan luas.

“Puyuh memiliki potensi besar untuk dikembangkan meski bukan ternak utama seperti ayam petelur maupun pedaging,” katanya.

Menurut Rosa, hasil riset di perguruan tinggi harus dapat diterapkan secara langsung untuk membantu masyarakat, khususnya peternak lokal demi menjaga kestabilan pasokan gizi harian.

Karena itu, ia mendorong kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi dan sektor industri agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan nasional.

“Kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan industri menjadi kunci utama agar hasil riset akademik menguntungkan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan komitmennya untuk mengabdi penuh pada pengembangan pangan alternatif yang murah dan bergizi tinggi.

Ia juga merasa bersyukur karena berhasil meraih gelar tertinggi ini setelah melalui perjuangan administrasi yang cukup panjang.

“Capaian profesor ini menjadi berkah melimpah sekaligus kesempatan besar untuk terus berkarya bagi kemajuan kampus,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....