Alumni Polije Kembangkan Bisnis Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi dan Sosial

  • 06 Jul 2026 07:04 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Kepedulian terhadap persoalan sampah mengantarkan Ismawati Hasanah, alumni Program Studi Teknologi Industri Pangan Politeknik Negeri Jember (Polije), menjadi pengusaha di bidang pengolahan limbah.

Melalui CV Adis Barokah Jaya yang didirikannya, Ismawati membuktikan bahwa sampah tidak hanya dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Sampah juga bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Lulusan Polije angkatan 2014 itu mengembangkan berbagai unit usaha.

Di antaranya bidang jasa pemusnahan sampah, pengolahan sampah plastik menjadi pelet sebagai bahan baku industri, produksi air minum bermerek Kahuripan, hingga pemanfaatan abu hasil pembakaran sampah sebagai bahan baku pembuatan paving block dan batako yang lebih ramah lingkungan.

“Saya membangun usaha ini berawal dari persoalan sampah di masyarakat. Berkat dukungan Dinas Lingkungan Hidup dan para mitra, usaha ini terus berkembang hingga mampu berperan dalam pengelolaan sampah,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, inovasi tersebut merupakan bentuk penerapan ekonomi sirkular, yakni mengolah limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai menjadi produk yang bermanfaat.

Bahkan, abu hasil pembakaran sampah yang selama ini dianggap sebagai limbah kini dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif pembuatan paving block dan batako.

Dalam mengembangkan usahanya, Ismawati memilih Surabaya sebagai pusat operasional, karena memiliki akses logistik yang lebih baik sekaligus menghasilkan volume sampah yang tinggi sehingga mendukung keberlanjutan proses produksi.

Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar bukan berasal dari teknologi, melainkan masih adanya stigma masyarakat terhadap tempat pengolahan sampah.

“Masyarakat masih menganggap tempat pengolahan sampah identik dengan bau, penyakit, dan lalat. Padahal teknologi yang kami gunakan sudah memenuhi standar sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan,” katanya.

Tidak hanya berorientasi pada keuntungan, Ismawati juga aktif memberdayakan pelaku UMKM di Kabupaten Pasuruan dengan menyediakan ruang promosi dan pemasaran produk, termasuk di kawasan wisata Taman Ria Suropati.

Sebagian keuntungan perusahaan juga dialokasikan untuk kegiatan sosial melalui Yayasan At-Taufiq di Surabaya yang memberikan pendidikan agama secara gratis bagi santri dan para penghafal Al-Qur’an.

“Sampah ini menjadi berkah bagi kami. Dari hasil pengolahan sampah, kami dapat mendirikan yayasan yang memberikan pendidikan agama secara gratis bagi para santri,” katanya.

Bagi Ismawati, keberhasilan membangun usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga ketekunan, keberanian menghadapi kegagalan, serta doa orang tua dan ridho guru.

Karena itu, ia mengajak mahasiswa maupun generasi muda untuk berani memulai usaha sejak dini.

“Jangan takut berwirausaha. Gagal adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Saya bukan lulusan terbaik, tetapi dengan doa orang tua, ridho guru, dan kerja keras, saya mampu membangun usaha yang memberikan manfaat bagi banyak orang,” katanya.

Kisah Ismawati menjadi salah satu bukti bahwa lulusan pendidikan vokasi mampu menghadirkan solusi atas persoalan di masyarakat.

Melalui inovasi di bidang pengolahan sampah, ia tidak hanya menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan sosial yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....