Forum Anak Jember Ajak Remaja Bangkit Hadapi Kesenjangan Ekspektasi dan Realita
- 05 Mei 2026 09:45 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Kesenjangan antara ekspektasi dan realita kerap menjadi pemicu kecemasan di kalangan generasi muda. Fenomena ini menjadi perhatian Forum Anak Jember (FAJ) dalam dialog interaktif di Jaga Malam Ngumpul Pro 2 RRI Jember bertajuk “Ekspektasi vs Realita: Hidup tak Selalu Sesuai Rencana” Sabtu, 2 Mei 2026.
Tiga perwakilan FAJ, Tabina Quennyra Cicelly, Intan Nur Anggraeni, dan Surya Putra Andika, membagikan pengalaman serta kiat menghadapi kekecewaan agar remaja tetap resilien di tengah tekanan hidup.
Quenn menyoroti peran media sosial yang kerap membentuk standar kehidupan “sempurna” yang tidak realistis. Menurutnya, banyak remaja merasa tertinggal karena membandingkan diri dengan pencapaian orang lain yang ditampilkan di ruang digital.
“Yang kita lihat di media sosial itu hanya potongan kecil dari kehidupan seseorang. Di balik itu, ada proses dan kegagalan yang tidak selalu ditampilkan,” ujarnya.
Sementara itu, Surya menekankan pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi kegagalan. Ia menyebut ekspektasi memang diperlukan sebagai motivasi, namun harus diimbangi dengan kemampuan menerima kenyataan.
“Kalau rencana A tidak berjalan, bukan berarti semuanya selesai. Masih banyak peluang lain yang bisa dicoba,” katanya.
Dari sisi psikologis, Intan menambahkan bahwa penerimaan diri (self-acceptance) menjadi kunci utama dalam menjembatani harapan dan kenyataan. Ia juga menekankan pentingnya lingkungan yang suportif bagi remaja untuk saling menguatkan.
Menurutnya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan saat menghadapi kekecewaan, di antaranya menerima emosi yang muncul, melakukan evaluasi diri, serta membuka komunikasi dengan orang terpercaya.
“Tidak apa-apa merasa sedih, tapi jangan berlarut. Yang penting adalah bagaimana kita bangkit dan melangkah lagi,” ujarnya.
Forum Anak Jember sendiri hadir sebagai ruang aman bagi remaja untuk berbagi cerita dan mendapatkan dukungan sebaya dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Di akhir dialog, para narasumber mengajak remaja untuk tetap berani bermimpi, namun juga siap beradaptasi dengan berbagai kemungkinan yang terjadi.
“Kegagalan bukan akhir, tapi bagian dari proses menuju versi diri yang lebih kuat,” tutup mereka.
Melalui edukasi ini, diharapkan generasi muda di Jember mampu mengelola tekanan dengan lebih bijak serta membangun ketahanan mental dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....