PIK-R SMAN 4 Jember Dorong Remaja Aktif Cegah Stunting
- 04 Agt 2026 12:34 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Jember dinilai perlu dimulai sejak usia remaja sebagai langkah awal sebelum seseorang memasuki jenjang pernikahan dan pengasuhan anak. Langkah strategis tersebut dibahas secara mendalam oleh RRI Pro 2 Jember melalui program NGUMPUL (Ngobrol dan Update Komunitas Lokal) dalam siaran Jaga Malam, Senin 3 Agustus 2026.
Dialog interaktif yang disiarkan langsung pukul 20.00–21.00 WIB dan dipandu oleh Host Pro 2 Tri Yoga Deni ini mengangkat topik "Peran Remaja Dalam Pencegahan Stunting". Diskusi tersebut menghadirkan pelatih PIK-R SMAN 4 Jember Taufik Rahman, serta tiga anggota PIK-R Jendela SMAN 4 Jember, yaitu Sri Rahayu Ningsih, Shinta Aulia Salsabila, dan Nanda Zulfita Chusnaini.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber membedah pentingnya edukasi stunting di kalangan pelajar, mengingat stunting bukan sekadar masalah tinggi badan anak di bawah standar WHO, melainkan juga memicu gangguan perkembangan otak, penurunan kecerdasan, hingga berdampak pada produktivitas anak di masa depan.
Pelatih PIK-R SMAN 4 Jember, Taufik Rahman, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan saat ibu sudah dalam kondisi hamil. Kesiapan fisik, mental, hingga pengetahuan reproduksi harus dibentuk jauh sebelumnya pada usia remaja guna memutus rantai stunting dan dampak lintas generasi.
"Pencegahan stunting itu bukan hanya tugas pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi tugas kita bersama. Pencegahan yang paling tepat itu dimulai sejak remaja, terutama remaja perempuan, sebelum mereka nantinya menjadi ibu hamil," ujar Pelatih PIK-R SMAN 4 Jember, Taufik Rahman.
Ia menambahkan, salah satu pemicu utama stunting adalah pernikahan usia dini yang rentan terjadi karena ketidaksiapan organ reproduksi maupun kondisi ekonomi. Oleh karena itu, BKKBN merekomendasikan usia pernikahan ideal yakni 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki agar kesiapan reproduksi, mental, serta ekonomi keluarga lebih optimal.
Di samping itu, pencegahan anemia pada remaja putri juga menjadi pilar krusial. Remaja putri dianjurkan untuk rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) seminggu sekali, mengonsumsi makanan kaya zat besi hewani, serta menghindari minum teh atau kopi bersamaan dengan waktu makan. Melalui wadah PIK-R Jendela, para siswa diharapkan dapat berperan aktif sebagai penjaga gizi diri, edukator sebaya, duta gizi keluarga, hingga penggerak komunitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....