IMDI Bondowoso Terendah di Sekarkijang 2025
- 28 Apr 2026 18:45 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Kabupaten Bondowoso tercatat menjadi yang terendah di kawasan Sekarkijang pada tahun 2025 dengan nilai 36,78. Survei ini dilakukan setiap tahun oleh Kementerian Komunikasi dan Digital RI, mencakup wilayah Bondowoso, Jember, Situbondo, Banyuwangi, dan Lumajang.
Ketua Proyek Ijen Cendekia Nusantara (ICN) Bondowoso, Alfareza, menjelaskan IMDI diukur melalui empat pilar, yakni infrastruktur, literasi, keamanan, dan pemberdayaan digital. Dari hasil tersebut, pilar pemberdayaan digital menjadi yang paling rendah di Bondowoso dengan skor 19,5.
“Dan yang paling cukup tajam angkanya pemberdayaan digital, itu di Bondowoso yang paling rendah,” ujar Alfareza usai Pelatihan Numerator Survei Indeks Digital Demokrasi di Warung Joglo, Kecamatan Curahdami, Selasa (28 April 2026).
Selain itu, pilar literasi digital Bondowoso berada di angka 27,2, sementara pilar infrastruktur dinilai relatif baik dengan skor 65. Kondisi ini menunjukkan bahwa akses dan sarana digital sudah cukup tersedia, namun pemanfaatannya oleh masyarakat masih perlu ditingkatkan.
Alfareza mengungkapkan, rendahnya pemberdayaan digital menandakan masyarakat belum optimal memanfaatkan ruang digital sebagai sarana peningkatan kapasitas dan kontribusi pembangunan. Oleh karena itu, ICN melakukan survei Indeks Demokrasi Digital untuk mengukur sejauh mana masyarakat menggunakan teknologi dalam kehidupan demokrasi.
Ketua ICN, Humaidi, mengatakan survei tersebut akan menilai akses dan sarana demokrasi digital yang diterima masyarakat, termasuk bagaimana mereka merespons perkembangan dunia digital saat ini. Hasilnya diharapkan menjadi masukan inklusif dalam penyusunan peta jalan (roadmap) digital Bondowoso.
Dalam pelaksanaannya, ICN menggandeng Universitas Bondowoso (Unibo) dengan melibatkan mahasiswa dalam riset pengabdian masyarakat. Para mahasiswa terlebih dahulu dibekali pelatihan numerator yang mencakup teknik survei, pemahaman instrumen, metodologi riset, hingga teknik penggalian data responden.
“Sehingga kita ingin mengukur indeks demokrasi digital di Bondowoso,” ujar Humaidi.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unibo, Muhammad Haris Taufiqurrahman, menambahkan pihaknya secara rutin memberikan edukasi terkait demokrasi digital kepada mahasiswa.
“Ini menjadi bekal berharga karena kampus tidak hanya bicara pengajaran, tapi juga penelitian. Hasil survei ini nantinya akan disusun menjadi naskah atau artikel ilmiah,” ucap Haris.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....