Gudang Belum Buka dan Kuota Tak Jelas, Petani Tembakau di Bondowoso Cemas
- 28 Agt 2026 12:58 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Petani tembakau di Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, diselimuti kecemasan di tengah berjalannya musim panen tahun ini. Belum beroperasinya gudang-gudang tembakau serta ketiadaan kepastian harga dan kuota serapan pasar membuat hasil panen petani terancam tak terserap secara optimal.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bondowoso, Mohammad Yasid, menjelaskan bahwa siklus tanam tembakau idealnya berlangsung dari akhir Mei hingga pekan ketiga Juli.
Secara jadwal, pabrikan atau gudang semestinya mulai membuka pembelian pada pertengahan Agustus. Meskipun beberapa gudang mulai melakukan transaksi, kendala besar justru menimpa para petani non-mitra.
"Petani non-mitra masih kesulitan menjual hasil panennya, terlebih luas areal tanam tahun ini meningkat menjadi sekitar 9.500 hektar. Di sisi lain, para penyuplai (vendor) belum menginformasikan kuota kebutuhan tembakau tahun ini," ujar Yasid.
| Baca juga: Penyerapan Gabah Petani Tembus 106 Persen |
Terkait mekanisme penentuan harga, Yasid mengakui tidak ada aturan baku di Bondowoso dan pihaknya hanya pasrah menunggu pengumuman dari vendor.
Meski begitu, ia memperkirakan kualitas tembakau tahun ini cukup baik berkat cuaca yang bersahabat, sehingga harganya diproyeksikan stabil seperti tahun lalu.
Sebagai pembanding, rata-rata harga tembakau rajang pada 2025 mencapai Rp55.000–Rp60.000 per kilogram, sedangkan kasturi krosok berada di angka Rp65.000 per kilogram.
Yasid pun mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera turun tangan melakukan monitoring dan evaluasi, sesuai rekomendasi Rapat Dengar Pendapat (hearing) antara APTI dan Komisi II DPRD Bondowoso pada 2025 yang hingga kini belum direalisasikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....