Operasional Kereta Daop 9 Jember Normal Pascainsiden Tabrakan di Bekasi Timur

  • 28 Apr 2026 09:18 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – PT KAI Daop 9 Jember memastikan operasional perjalanan kereta api di wilayahnya tetap berjalan normal, aman, dan lancar pascainsiden di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan seluruh perjalanan kereta api tetap beroperasi sesuai jadwal, dengan mengedepankan aspek keselamatan.

“Seluruh perjalanan kereta api di wilayah kami beroperasi sesuai jadwal. Pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan secara intensif serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kelancaran operasional tetap terjaga.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan duka cita atas peristiwa yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengakses informasi resmi melalui kanal resmi KAI, termasuk Contact Center 121.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan serta memastikan seluruh perjalanan kereta api berlangsung dengan aman, selamat, dan terkendali,” ujarnya.

Sebelumnya, insiden tabrakan antara KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line jurusan Jakarta–Cikarang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), sekitar pukul 20.57 WIB.

Dampak kejadian tersebut menyebabkan gangguan pada rangkaian kereta serta proses evakuasi penumpang yang dilakukan oleh petugas gabungan di lokasi.

Dikutip dari media sosial Sekretariat Kabinet, Selasa (28/4/2026), Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa data sementara mencatat sebanyak 7 orang meninggal dunia.

Sementara itu, 81 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Selain itu, masih terdapat 3 penumpang yang hingga saat ini masih terjebak di dalam rangkaian kereta dan dalam proses evakuasi oleh tim gabungan.

Hingga kini, proses pendataan korban serta investigasi penyebab insiden masih dilakukan oleh pihak terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....