Diskopumdag: Bukan Langka, Antrean BBM di Jember karena Kendala Distribusi

  • 08 Sep 2026 01:21 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember bukan disebabkan kelangkaan BBM. Pemkab Jember menyebut kondisi itu terjadi karena distribusi BBM dari wilayah Banyuwangi menuju Jember, terganggu akibat kemacetan panjang di Ketapang.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini mengatakan, pemerintah bersama Pertamina telah membahas kondisi tersebut dalam audiensi bersama Bupati Jember.

Dari pertemuan itu, Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM di Jember masih aman. Namun, proses distribusi mengalami hambatan karena mobil tangki yang keluar-masuk depo Pertamina di Banyuwangi ikut terdampak kemacetan.

“Kalau kelangkaan tidak ada, yang ada adalah berkaitan dengan distribusi yang terhambat,” kata Sartini, saat on air Halo RRI, Senin (7/9/2026).

Menurut Sartini, persoalan tersebut bermula sejak 26 Agustus 2026, ketika dilakukan perbaikan dermaga di Gilimanuk.

Kondisi itu menyebabkan jumlah kapal yang melayani penyeberangan kendaraan rute Gilimanuk-Ketapang berkurang dari biasanya 36 kapal menjadi 23 kapal.

Pengurangan jumlah kapal kemudian memicu penumpukan kendaraan di kawasan Ketapang.

Pada awalnya, panjang antrean sekitar 2 hingga 3 kilometer. Namun, pada 3 September 2026, kemacetan disebut telah mencapai sekitar 12 kilometer.

“Kondisi itu akhirnya berdampak pada mobil tangki Pertamina yang harus melintasi kawasan tersebut untuk mengambil maupun mengirim BBM dari depo di Banyuwangi,” katanya.

Sartini menjelaskan, sebelumnya distribusi BBM dari Banyuwangi menuju Jember dapat ditempuh sekitar delapan jam. Namun, akibat kemacetan, waktu tempuh tersebut menjadi lebih lama sehingga berpengaruh terhadap kelancaran pasokan.

Untuk mengantisipasi gangguan distribusi, Pertamina kemudian mengalihkan pengambilan BBM tidak hanya dari Banyuwangi, tetapi juga melalui terminal di Malang dan Surabaya.

Kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak 2 dan 3 September 2026. Selain mengatur kembali jalur distribusi, Pertamina juga meningkatkan pasokan BBM untuk Jember sebesar 100 kiloliter atau setara 100 ribu liter.

Menurutnya, tambahan pasokan itu menjadi langkah untuk memastikan kebutuhan masyarakat Jember tetap terpenuhi, mengingat tingginya jumlah penduduk dan konsumsi BBM di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Pemkab Jember menyebut aktivitas perekonomian masyarakat sejauh ini belum terdampak signifikan.

“Pemantauan di sejumlah pasar, kegiatan jual beli masih berjalan normal, termasuk aktivitas pedagang makanan dan pelaku UMKM yang umumnya telah menyiapkan kebutuhan BBM untuk aktivitas sehari-hari,” katanya.

Namun, antrean panjang di SPBU mulai berdampak terhadap lalu lintas. Di sejumlah lokasi, kendaraan yang mengantre bahkan menggunakan bahu jalan. Ini mengganggu pengguna jalan lainnya, termasuk anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.

Pemkab Jember mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya informasi di media sosial yang menyebut terjadi kelangkaan BBM.

“Kami imbau, membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Langkah itu diperlukan agar pasokan yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat dan antrean tidak semakin panjang,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....