Mahasiswa UNEJ Juara 1 Internasional, Ungguli 234 Tim di Singapura

  • 28 Apr 2026 04:46 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Tim mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Jember meraih juara pertama dalam ajang internasional Bridge Design Competition (BDC) 2026.

Kompetisi tersebut digelar di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, pada 12 April 2026. Tim Valiandru Logawa berhasil mengungguli sejumlah universitas terkemuka dunia.

Tim bernama Valiandru Logawa yang beranggotakan Haydar Mousa Robbani, Moch. Alfarizki Samputra, dan Jalu Ilyas Setyoputro berhasil mengungguli 234 tim dari berbagai universitas dunia.

Haydar mengatakan, keikutsertaan timnya dilatarbelakangi keinginan melanjutkan tradisi prestasi senior di kompetisi serupa. Pengalaman mengikuti lomba tingkat nasional menjadi bekal penting dalam menghadapi persaingan internasional.

“Kami ingin melanjutkan tradisi kemenangan. Pengalaman lomba sebelumnya sangat membantu dalam menyelesaikan tantangan di kompetisi ini,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, desain jembatan yang diusung timnya mengedepankan konsep sederhana namun kuat. Selain itu, strategi pemilihan dan pengelolaan material menjadi faktor utama keunggulan tim.

Dalam kompetisi tersebut, peserta dituntut memanfaatkan material terbatas berupa kayu balsa dan bass. Tim UNEJ mampu mengoptimalkan penggunaan bahan sehingga menghasilkan struktur yang efisien dan kokoh.

“Manajemen material sangat menentukan. Kami menyesuaikan jenis kayu dengan kebutuhan tiap bagian jembatan agar lebih kuat dan efisien,” tambahnya.

Selain aspek teknis, tim juga menekankan pentingnya komunikasi, kesiapan mental dan emosional selama lomba untuk menghadapi tekanan dan menyelesaikan masalah dengan cepat.

Persiapan tim tidak hanya teknis, tetapi juga mental dan strategi manajemen kebutuhan lomba. Dukungan alumni, fakultas, dan universitas turut membantu pendanaan hingga mereka bisa tampil di babak final.

Tim Valiandru Logawa dari Universitas Jember meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati tim dari Institut Teknologi Bandung, disusul Universitas Brawijaya di peringkat ketiga, dan satu tim dari ITB kembali meraih posisi harapan.

Koordinator Program Studi Teknik Sipil UNEJ, Dr. Ketut Aswatama Wiswamitra, menilai capaian ini menunjukkan kemampuan mahasiswa UNEJ bersaing di tingkat global.

Dukungan fakultas dan pendampingan dosen disebut menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa kami mampu bersaing di level internasional,” ujarnya.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan melalui kompetisi, sekaligus membawa nama baik kampus di kancah internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....