Proyek Flyover Mangli Tetap Berjalan, Pemkab Bentuk Unit Kerja Khusus
- 25 Apr 2026 03:34 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Rencana pembangunan flyover di kawasan Mangli, Kabupaten Jember dipastikan tetap berlanjut dan kini berada dalam tahap persiapan teknis pada 2026.
Hal itu disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, Kamis (23/4/2026). Ia menegaskan, proyek tersebut masih sesuai rencana meski sempat diragukan sejumlah pihak.
Fawait menyampaikan, pemerintah daerah bahkan telah membentuk unit kerja khusus untuk mengawal percepatan proyek strategis nasional yang akan masuk ke Jember, termasuk pembangunan flyover.
“Semua masih on the track. Kami sudah bentuk unit kerja untuk membantu pemerintah pusat. Jadi akan banyak proyek nasional yang akan diturunkan di Jember, termasuk proyek flyover,” ujarnya.
Selain flyover, sejumlah proyek infrastruktur lain juga disiapkan. Di antaranya pelebaran jalan dari Tanggul menuju Mangli serta pengaspalan ulang dari Mangli ke pusat kota.
Pemerintah daerah juga menyiapkan unit kerja tersendiri untuk proyek lain seperti Pasar Tanjung dan Jalur Lintas Selatan (JLS).
“Pasar Tanjung itu kita juga bikin unit kerja tersendiri juga, termasuk JLS. InsyaAllah target tahun ini sudah berhasil kita lobi untuk dikerjakan dan selesai di awal tahun 2029,” ujarnya.
Menurut Fawait, pembangunan flyover Mangli menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar dalam sejarah Kabupaten Jember.
Keberadaannya diharapkan mampu mengurai kemacetan di simpang Mangli yang selama ini menjadi titik kepadatan lalu lintas.
Sebelumnya, rencana pembangunan flyover Mangli juga telah dibahas bersama Kementerian Pekerjaan Umum.
Proyek ini direncanakan memiliki panjang sekitar 1,1 kilometer dengan estimasi anggaran mencapai Rp700 hingga Rp800 miliar, meski masih menunggu penyelesaian detail engineering design (DED).
Pemerintah pusat menargetkan pembangunan dapat dimulai pada 2026 dengan estimasi pengerjaan sekitar tiga tahun.
Flyover tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan wilayah Jember yang mulai mengarah pada sektor industri.
Fawait menilai, kemacetan di kawasan Mangli tidak hanya berdampak pada mobilitas, tetapi juga berpengaruh terhadap minat investasi.
Karena itu, pembangunan infrastruktur dinilai menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau kemacetan dibiarkan, ini tidak menarik bagi investor. Kalau kita ingin Jember lebih maju dan investasi datang, infrastrukturnya harus disiapkan,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, proyek flyover Mangli diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan sekaligus memperkuat konektivitas dan daya saing ekonomi Kabupaten Jember.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....