ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga Ketapang-Gilimanuk

  • 06 Agt 2026 22:00 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai meningkatkan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Proyek tersebut dilakukan untuk meningkatkan layanan penyeberangan, terutama dalam melayani kendaraan angkutan barang berbobot besar sekaligus mendukung kelancaran arus logistik di lintasan Jawa-Bali.

Peningkatan dilakukan pada satu dermaga di masing-masing pelabuhan. Di Pelabuhan Ketapang, dermaga ponton akan diubah menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan kapasitas hingga 50 ton. Sementara di Pelabuhan Gilimanuk, kapasitas dermaga MB yang sudah ada ditingkatkan dari 30 ton menjadi 50 ton.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan proses pembongkaran dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang telah dimulai. Tahap tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum pekerjaan konstruksi dan fabrikasi dilaksanakan.

"Untuk material dan lain-lain, akan dirapatkan secara teknis. Termasuk untuk persiapan fabrikasi," ujar Arief Eko, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurut Arief, apabila proses pembongkaran berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik akan dimulai pada pekan ketiga atau keempat Agustus 2026. Penyelesaian proyek dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan operasional penyeberangan di masing-masing pelabuhan.

Dermaga di Pelabuhan Ketapang ditargetkan selesai sebelum masa Angkutan Lebaran 2027 karena merupakan dermaga yang belum beroperasi. Sementara peningkatan dermaga di Pelabuhan Gilimanuk ditargetkan rampung sebelum masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), mengingat dermaga tersebut masih digunakan untuk melayani aktivitas penyeberangan.

"Kalau untuk yang di Gilimanuk, target kami akan kami kejar supaya bisa kami pakai di Nataru 2026 ini," kata Arief.

Selain peningkatan kapasitas dermaga, ASDP juga mengupayakan penambahan jumlah dermaga di Pelabuhan Gilimanuk. Saat ini jumlah dermaga di sisi Gilimanuk masih lebih sedikit dibandingkan Pelabuhan Ketapang sehingga diperlukan penambahan untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan.

"Masih berproses untuk penambahannya karena juga ada terkait lahan dan sebagainya. Jadi memang butuh koordinasi juga dengan teman-teman dari Pemda Jembrana," ujar Arief.

Peningkatan kapasitas dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk merupakan bagian dari upaya ASDP memperkuat layanan penyeberangan nasional. Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas angkut kendaraan, memperlancar arus logistik, serta mengurangi antrean kendaraan yang dalam setahun terakhir kerap terjadi menuju Pelabuhan Ketapang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....