Efisiensi BBM, Bupati Fawait Terapkan Sistem Rombongan dalam Bunga Desaku
- 08 Apr 2026 02:05 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, mulai menerapkan langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan mengubah pola mobilitas jajaran pemerintah daerah.
Kebijakan ini diterapkan saat pelaksanaan program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Kecamatan Mumbulsari, Senin (6/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak lagi menggunakan kendaraan dinas secara terpisah. Mereka berangkat secara bersama-sama menggunakan kendaraan rombongan seperti minibus dan bus.
Fawait menegaskan, langkah ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap arahan pemerintah pusat terkait efisiensi energi. Namun, ia menekankan bahwa efisiensi tidak berarti menghapus program yang telah berjalan.
“Efisiensi itu bukan meniadakan program. Program tetap berjalan, hanya penggunaan BBM yang ditekan, misalnya dengan tidak berangkat sendiri-sendiri,” ujarnya.
Ia juga memastikan, program-program kerakyatan seperti Bunga Desaku tetap berjalan dan justru diperkuat.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan atau inspeksi, melainkan upaya memindahkan layanan publik dari pusat kota ke wilayah desa.
“Hari ini spesialnya, kita live marathon. Sehingga masyarakat biar tahu bahwa bunga desaku beda dengan sidak. Bunga desaku adalah kegiatan memindahkan kegiatan pelayanan publik yang biasanya di kota, itu sampai desa,” kata dia.
Dalam pelaksanaannya di Mumbulsari, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan.
Mulai dari administrasi kependudukan, sosialisasi program Universal Health Coverage (UHC), hingga pasar murah dan penyaluran bantuan sembako.
Fawait menekankan, warga desa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan publik yang layak.
Karena itu, fasilitas yang disediakan dalam kegiatan tersebut juga dibuat representatif, termasuk penyediaan tenda pelayanan dan konsumsi bagi masyarakat.
Selain pelayanan, program ini juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia berharap, semakin banyak warga yang terlibat, semakin luas pula masukan yang dapat diterima pemerintah.
“Tidak hanya itu, Bunga Desaku juga menjadi sarana sosialisasi program pemerintah serta upaya pengendalian inflasi dan penurunan angka kemiskinan,” tambahnya.
Ke depan, program ini diharapkan mampu mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi, dengan menghadirkan pusat-pusat aktivitas baru, yang tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.
“Tapi juga menjangkau kecamatan dan desa,” kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....