Lebaran Jadi Berkah, UMKM Kue Kering di Jember Raup Omzet Puluhan Juta
- 18 Mar 2026 22:18 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Momen Lebaran menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha rumahan, terutama produsen kue kering. Tradisi masyarakat menyajikan hidangan manis saat bersilaturahmi, membuat permintaan kue kering meningkat.
Di Jember, lonjakan permintaan ini dirasakan oleh Tidar Aden Hawa, pemilik usaha kue kering Adenlicious. Usaha yang dirintis sejak 2014 tersebut, kini menjadi salah satu langganan saat musim Lebaran tiba.
Berawal dari hobi membuat kue untuk keluarga, Aden mulai menerima pesanan setelah karyanya dipromosikan melalui media sosial. Kemudian berkembang pesat hingga mampu memproduksi ribuan toples kue kering dalam satu musim Lebaran.
“Tapi untuk tahun ini, saya memilih membatasi produksi hanya ratusan toples. Karena ada lain hal yang menjadi prioritas saya,” kata Aden kepada RRI, Rabu (18/3/2026).
Meski begitu, omzet yang diraih tetap meningkat. Dari kisaran belasan juta rupiah pada tahun lalu menjadi lebih dari Rp20 juta pada Lebaran tahun ini. Dari berbagai varian kue yang diproduksi, nastar menjadi produk paling diminati pelanggan.
Aden menyebut, cita rasa khas nastarnya berasal dari penggunaan bahan premium serta racikan rempah yang menghasilkan aroma kuat dan tekstur lembut.
“Banyak pelanggan yang awalnya tidak suka nastar. Tapi setelah mencoba nastar buatan saya, akhirnya jadi langganan setiap tahun,” ujarnya.
Di tengah kenaikan harga bahan baku, terutama butter dan keju impor, Aden tetap mempertahankan kualitas produknya. Ia memilih menyesuaikan harga jual, tanpa mengubah resep yang telah digunakan selama bertahun-tahun.
Saat ini, harga nastar mengalami kenaikan dari sekitar Rp95 ribu menjadi Rp100 ribu per toples. Kenaikan tersebut dinilai masih dapat diterima pelanggan, selama kualitas rasa tetap terjaga.
Menariknya, usaha kue kering Adenlicious hanya beroperasi menjelang Lebaran. Strategi ini justru menjadi daya tarik tersendiri, karena menciptakan kesan eksklusif dan menghadirkan rasa yang dinanti pelanggan setiap tahun.
Aden menyebut, jeda produksi selama setahun membuat pelanggan selalu merindukan cita rasa khas produknya. Hal ini juga mendorong munculnya pelanggan baru dari rekomendasi pelanggan lama.
Dengan menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan, usaha rumahan ini terus bertahan dan berkembang, sekaligus menjadi bagian dari tradisi manis masyarakat dalam merayakan Lebaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....