JFC Gandeng Unej dan BPS Hitung Dampak Ekonomi Karnaval

  • 22 Jul 2026 07:18 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Panitia Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 membentuk tim valuasi bersama akademisi Universitas Jember, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Pemerintah Kabupaten Jember.

Hal itu dilakukan untuk mengukur dampak ekonomi penyelenggaraan karnaval secara lebih komprehensif. Event Director JFC, Kalifa Diyantama, mengatakan evaluasi tahun ini tidak lagi hanya berfokus pada jumlah kunjungan wisatawan.

“Tahun ini kami ingin benar-benar mengukur dampaknya, baik terhadap UMKM, perputaran ekonomi maupun sektor pariwisata,” ujarnya, saat on air Halo RRI, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, pada penyelenggaraan sebelumnya data kunjungan masih mengacu pada data eksternal pemerintah.

Sementara tahun ini dibentuk tim khusus yang terdiri atas JFC, akademisi FISIP Universitas Jember, BPS, dan pemerintah daerah.

Selama tiga hari penyelenggaraan JFC yaitu 24-26 Juli 2026, tim tersebut akan menghitung berbagai indikator ekonomi, termasuk dampak input-output yang dihasilkan dari aktivitas karnaval.

Kalifa berharap, hasil valuasi tersebut dapat menjadi dasar pengembangan JFC ke depan sekaligus menunjukkan sejauh mana predikat Jember sebagai kota karnaval mampu menggerakkan perekonomian.

“Jadi alat ukur pada tahun ini kami pertajam, karena kami ingin mendapatkan data konkret bahwa melalui karnaval, ekonomi memang bisa bergerak dan sejauh mana karnaval membantu pergerakan ekonomi Jember,” katanya.

Ia menambahkan, jumlah kunjungan selama penyelenggaraan JFC pada tahun lalu tercatat mencapai lebih dari satu juta orang selama tiga hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....