Delegasi ASEAN Pelajari Model Kampung Nelayan Banyuwangi

  • 20 Jul 2026 09:10 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Delegasi dari negara-negara ASEAN, East Asia Summit (EAS), dan Pacific Islands Forum (PIF) mempelajari model pengembangan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng, Banyuwangi, dalam rangkaian forum ASEAN ID Blue, Sabtu 18 Juli 2026. Kawasan tersebut dinilai berhasil mengembangkan ekonomi biru melalui hilirisasi sektor perikanan yang dipadukan dengan pariwisata.

Dalam kunjungan lapangan, para delegasi melihat langsung pengelolaan kampung nelayan modern yang mengolah hasil tangkapan menjadi produk kuliner bernilai tambah. Konsep tersebut dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir sekaligus mendorong sektor pariwisata.

Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ali Rahmat Iman Santoso, mengatakan KNMP Lateng memiliki karakter berbeda dibandingkan kampung nelayan lain karena mengusung konsep wisata kuliner berbasis hasil perikanan.

"KNMP Banyuwangi berbeda dengan lainnya, mereka fokus pada turisme sehingga lebih mengedepankan wisata kuliner. Hasil tangkapan nelayan langsung dibawa ke sini dan diolah menjadi berbagai macam kuliner," ujar Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ali Rahmat Iman Santoso, Sabtu 18 Juli 2026.

Selain mengembangkan hilirisasi hasil laut, KNMP Lateng juga dirancang sebagai destinasi wisata dengan mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing. Kawasan ini dilengkapi gerai kuliner, dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, pabrik es, workshop nelayan, hingga unit pengolahan hasil laut.

Para delegasi juga berdialog dengan pelaku UMKM, mencicipi produk olahan hasil laut, serta melihat berbagai komoditas perikanan yang telah dipasarkan hingga ke luar daerah. Mereka menilai pengembangan kawasan tersebut mampu mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dengan pelestarian potensi pesisir.

"Banyuwangi Jadi Contoh Pengelolaan Wisata Bahari di Forum ASEAN-ID Blue"imbuhnya.

Delegasi dari Kedutaan Besar Fiji bidang Economy and Political, Leone Bainivanua, mengaku terkesan dengan konsep yang diterapkan di KNMP Lateng. Menurutnya, model tersebut berpotensi diterapkan di negaranya yang sama-sama memiliki wilayah kepulauan.

"Tempat ini sangat bagus, di Fiji belum ada yang seperti ini. Kami terinspirasi untuk mengembangkan konsep serupa di negara kami karena wilayahnya juga dikelilingi lautan," kata Leone Bainivanua.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menjelaskan KNMP Lateng dikembangkan berdasarkan potensi daerah dan kebutuhan masyarakat setempat. Kawasan yang sebelumnya dipenuhi lapak sederhana kini menjadi destinasi wisata kuliner yang membuka peluang usaha baru bagi keluarga nelayan dan pelaku UMKM.

KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional pengembangan kampung nelayan terpadu. Banyuwangi menjadi salah satu dari 100 lokasi awal yang ditetapkan pemerintah untuk mengembangkan kawasan perikanan berbasis pemberdayaan masyarakat dan ekonomi biru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....