Sejumlah SPBU Bondowoso Mulai Terjadi Antrean Panjang

  • 06 Mar 2026 14:08 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Antrean mengular terpantau terjadi di sejumlah SPBU untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax pada Jumat (6/3/2026).

Kondisi ini salah satunya terlihat di SPBU Kembang, Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. Antrean di jalur pembelian Pertalite dan Pertamax tampak memanjang sekitar 30 meter pada sekitar pukul 09.04 WIB.

Menurut Pengawas SPBU Kembang, Adista Prabudi, terjadi peningkatan pembelian yang signifikan di SPBU-nya sejak sore kemarin. Biasanya, dalam sehari penjualan Pertalite berkisar di angka 13 ton. Namun, sejak kemarin lusa pukul 06.00 WIB hingga pagi ini, penjualan Pertalite menembus 21 ton.

Kondisi serupa juga terjadi pada penjualan Pertamax yang biasanya hanya 2 ton per hari, kini mencapai 3,5 ton.

"Peningkatan terjadi pada jenis Pertalite dan Pertamax. Kalau Solar aman, Pertadex juga aman," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa biasanya SPBU tersebut cenderung sepi akibat adanya jembatan ambles dan arus lalu lintas yang ditutup total. Namun, sejak kemarin antrean mulai mengular.

Pihaknya telah memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa stok BBM di tingkat SPBU sebenarnya aman.

Pengiriman harian ke SPBU tersebut pun normal mencapai 16 ribu liter Pertalite, sementara Pertamax menyesuaikan kebutuhan di kisaran 1.500 liter. Begitu pun Bio Solar dengan pengiriman harian sebesar 8 kiloliter.

Nani Agustina, warga Kelurahan Badean, berharap pemerintah segera mengantisipasi kondisi ini. Ia menyarankan pemerintah memerintahkan agar SPBU mengeluarkan kebijakan khusus saat terjadi lonjakan permintaan yang tidak wajar. Misalnya, SPBU hanya melayani pengisian tangki kendaraan bermotor saja.

"Jangan melayani pengisian jeriken untuk mencegah panic buying. Jangan sampai pasokan yang harusnya aman untuk 20 hari ke depan, malah habis sebelum waktunya," tuturnya.

Kondisi serupa juga terpantau di SPBU Tamansari sekitar pukul 08.04 WIB. Antrean Pertalite terlihat mengular meski belum sampai meluap ke jalan raya.

"Antre tadi, jadi saya memilih beli Pertamax saja karena antrean Pertalite jauh lebih panjang," ujar Samsudi, warga Desa Bataan, Bondowoso.

Pertamina memastikan pasokan BBM di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara tetap aman. Stok energi disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa kondisi stok BBM saat ini berada pada level aman.

"Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM, khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, dipastikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di momen bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri," tuturnya.

Ketersediaan tersebut terus diperkuat melalui pasokan rutin dan terjadwal sesuai perencanaan suplai serta distribusi yang ditetapkan. Selain itu, Pertamina juga menjalankan pola build up stock sejak menjelang Idulfitri.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menerapkan metode RAE (Regular, Alternative, dan Emergency) dalam pengelolaan rantai pasok. Strategi ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap terjaga di tengah dinamika global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....