Veteran di Bondowoso Tinggal 30 Orang, LVRI Dorong Regenerasi
- 28 Agt 2026 12:57 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Jumlah anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, kini tinggal sekitar 30 orang. Mayoritas anggota telah berusia lanjut sehingga regenerasi menjadi perhatian serius organisasi para pejuang tersebut.
Ketua LVRI Kabupaten Bondowoso, Kapten (Purn) Mursanto, mengatakan saat ini para veteran yang masih tercatat terbagi dalam tiga kelompok, yakni Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), Veteran Pembela, dan Veteran Perdamaian.
"Untuk veteran yang ada di Bondowoso ini sekarang tahun 2026, alhamdulillah masih 30 orang," kata Mursanto saat memberikan sambutan dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kantor LVRI Bondowoso, Jumat, 28 Agustus 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak lima orang merupakan veteran PKRI. Kemudian 18 orang tergabung dalam kelompok Veteran Pembela dan tujuh orang lainnya merupakan Veteran Perdamaian.
Mursanto menjelaskan, kelompok Veteran Pembela di antaranya merupakan mereka yang pernah terlibat dalam sejumlah operasi militer, seperti Trikora, Dwikora, dan Seroja. Namun, khusus operasi Seroja, tidak seluruh prajurit yang pernah bertugas di Timor-Timur secara otomatis memperoleh status sebagai veteran.
Menurutnya, terdapat persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk memperoleh pengakuan tersebut. Prajurit yang menjalankan tugas dalam operasi di Timor-Timur pada periode 1975 hingga 1976, termasuk yang memperoleh pengakuan sebagai veteran sesuai ketentuan berlaku.
Di tengah semakin berkurangnya jumlah anggota, Mursanto menyebut peluang penambahan anggota masih terbuka, terutama dari kelompok Veteran Perdamaian. Kelompok ini dapat diisi oleh prajurit yang pernah menjalankan tugas atau misi ke luar negeri dan telah memperoleh hak sebagai veteran.
Karena itu, LVRI Bondowoso mengimbau para prajurit yang memenuhi persyaratan untuk segera mendaftarkan diri dan bergabung sebagai anggota.
"Kami mengimbau rekan-rekan prajurit yang pernah tugas ke luar negeri, yang punya hak veteran, untuk segera mendaftar ke veteran. Agar nanti veteran itu ada generasi penerusnya," ujarnya.
Menurut Mursanto, regenerasi menjadi persoalan penting bagi keberlangsungan organisasi LVRI di Bondowoso. Sebab, sebagian besar anggota yang ada saat ini telah berusia lanjut.
"Karena sekarang ini sudah sepuh-sepuh semuanya. Harapan kami rekan-rekan prajurit yang pernah tugas ke luar negeri bergabunglah di LVRI. Nanti namanya Perdamaian sehingga ada generasi penerus," katanya.
Meski jumlah veteran terus berkurang dan sebagian besar telah memasuki usia senja, masih terdapat anggota PKRI di Bondowoso yang telah mencapai usia satu abad. Salah satunya Arsawi, veteran PKRI yang kini berusia sekitar 100 tahun.
| Baca juga: Tiga Perempuan Korban TPPO Dipulangkan |
Mursanto mengatakan Arsawi hingga kini masih dalam kondisi sehat. Bahkan, veteran pejuang kemerdekaan tersebut masih rutin menghadiri pertemuan LVRI setiap bulan.
"Alhamdulillah sampai hari ini ada yang PKRI usianya 100 tahun. Itu alhamdulillah masih sehat dan tiap bulan, tiap pertemuan masih bisa hadir. Namanya Pak Arsawi," tuturnya.
Ia menambahkan, anggota PKRI tidak seluruhnya berasal dari kalangan tentara. Masyarakat sipil yang terlibat dan memberikan dukungan terhadap perjuangan mempertahankan kemerdekaan bersama Tentara Nasional Indonesia juga dapat memperoleh pengakuan sebagai veteran sesuai ketentuan.
Bentuk dukungan itu, kata dia, antara lain membantu kebutuhan kesehatan para pejuang, surat-menyurat hingga menyediakan logistik selama masa perjuangan.
Dengan semakin menipisnya jumlah anggota veteran, LVRI Bondowoso berharap generasi penerus dari kalangan prajurit yang memenuhi hak dan persyaratan sebagai veteran dapat segera bergabung, sehingga organisasi tersebut tetap memiliki keberlanjutan di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....