Ujung Perjalanan Rio-Ulfi Mengurangi Angka Kemiskinan

  • 20 Feb 2026 17:20 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - "Ujung dari perjalanan kami nantinya ya mengurangi kemiskinan," ujar Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, saat Konferensi Pers dengan sejumlah wartawan di Pendopo Rakyat Situbondo, Jumat (20/2/2026).

Enam bulan sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah, mampu menekan angka kemiskinan sebesar 0,34 persen pada Agustus 2025. Angka kemiskinan yang semula 11,51 menjadi 11,17 persen.

Penurunan tersebut setara dengan berkurangnya penduduk miskin sebanyak 2,15 ribu jiwa, dari 80,17 ribu jiwa menjadi 78,02 ribu jiwa. Penurunan kemiskinan ini cukup membanggakan dibandingkan dengan kabupaten lainnya di tapal kuda.

"Saya selalu mengatakan dari awal bahwa target awal pemerintahan Rio-Ulfi adalah mengurangi kemiskinan, itu goal kami ya," ucap Rio.

Capaian itu adalah karena kolaborasi apik di masa kerja transisi antara kepala daerah dan pimpinan organisasi perangkat daerah atau OPD. Padahal Rio maupun Ulfi tidak punya latar belakang birokrasi.

"Pada prinsipnya ini adalah satu kolaborasi kerja di masa transisi. Kami dan Mbak Ulfi belum punya background kepemerintahan ya. Kendala teknis kami, ya di birokrasi. Jadi kami harus beradaptasi," ungkapnya.

Banyak penghargaan prestisius tingkat nasional maupun provinsi yang diraih oleh pasangan muda Rio-Ulfi. Di antaranya Innovative Goverment Awards atau IGA dari Kemendagri, penghargaan Inotek Award Jatim, dan penghargaan lainnya, khususnya di bidang pemberdayaan UMKM, inovasi, dan ekonomi kreatif.

"Tapi sejauh ini saya pikir dengan banyaknya capaian, penghargaan, dan lainnya, tujuannya tetap menekan kemiskinan. Nah, kami paling bangga dengan turunnya kemiskinan ya," ujarnya.

Ada evaluasi dalam setahun kepemimpinan Rio-Ulfi, yakni membuat pola kerja yang lebih efektif, efisien, sehingga visi misi yang telah tertuang untuk membawa Situbondo "Naik Kelas" bisa tereksekusi dengan tepat.

"Evaluasi kami pertama, kami ingin pola kerja lebih cepat lagi. Makanya kemarin kami lakukan mutasi eselon II, dengan pendekatan akomodatif, integratif, supaya paham. Karena para kepala dinas yang akan melaksanakan secara teknis visi dan misi kami," bebernya.

Rio mengaku mengalami hambatan teknis, karena ada beberapa prioritas yang belum bisa dieksekusi dengan baik saat mutasi eselon II, antara lain mencari Kepala OPD Perpustakaan, Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Peternakan dan Perikanan.

"Mencari kepala dinas pertanian susah lo, kepala dinas perpustakaan gak gampang loh, karena prioritas kami, literasi. Mencari kepala Disnakkan juga susah loh karena itu basis kita, makanya kami lakukan open bidding," ungkapnya.

Setahun kepemimpinannya, Rio mengaku 90 persen janji politiknya telah dituntaskan, dan akan diselesaikan secara bertahap, hingga semua bisa dipenuhi, termasuk mendatangkan band ternama Sheila On 7.

"Mungkin dari sekian banyak janji politik saya, hanya Sheila On 7 yang belum kami penuhi, karena memang kesulitan untuk mengundang band ternama itu ya," ujarnya.

Ke depan, Rio mengaku tengah menyiapkan kawasan heritage atau kawasan warisan budaya di Kecamatan Besuki. Pendopo Ki Pate Alos Besuki telah direstorasi, eks Kantor Keresidenan Besuki juga masih terjaga, ada juga Masjid Agung Besuki.

Menurut Rio, menyelesaikan kemiskinan bisa lewat pariwisata. Pariwisata tidak melulu berangkat dari alam, namun bisa juga peninggalan era kolonial. Dibangunnya Pendopo Ki Pate Alos mendatangkan banyak pengunjung, termasuk juga dari luar Situbondo.

"Banyak loh yang nongkrong di Pate Alos sekarang, tidak hanya orang Situbondo, tapi dari Paiton, Probolinggo, juga. Apalagi nanti kalau sudah menjadi satu kawasan heritage, hotel akan tumbuh, pusat kuliner juga akan tumbuh di sana," bebernya.

"Tapi itu bukan yang paling monumental ya. Yang monumental bagi kami ya menurunkan angka kemiskinan, dengan pendidikan dan lainnya. Kami targetkan, 2026 kemiskinan turun 10 persen," tambah Rio yang baru menyelesaikan pendidikan program masternya di Universitas Indonesia (UI) itu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....