Dinkes Bondowoso Perkuat Pencegahan Penyakit Lewat CKG

  • 16 Sep 2026 18:15 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Strategi pelayanan secara jemput bola dinilai mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menemukan penyakit sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes Bondowoso, dr. Moch Jasin, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tahun 2026, Rabu, 16 September 2026.

Rakor tersebut membahas evaluasi capaian pengendalian penyakit menular, penyakit tidak menular, serta cakupan imunisasi di Kabupaten Bondowoso.

Jasin mengatakan, cakupan CKG menunjukkan perkembangan setelah pelayanan dilakukan tidak hanya di fasilitas kesehatan, tetapi juga dengan mendatangi masyarakat.

“Upaya memberikan pelayanan di luar gedung memberikan hasil yang luar biasa. Sebelum kita bergerak, capaian Cek Kesehatan Gratis berada di angka 20 persen. Sekarang sudah mencapai 38 persen dari target total 46 persen. Tinggal sekitar 8 persen lagi dan kami optimistis hingga Desember target tersebut bisa tercapai,” kata Jasin.

Dari pemeriksaan CKG, tenaga kesehatan menemukan sejumlah penyakit yang cukup dominan di masyarakat, antara lain hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi. Temuan tersebut menjadi dasar untuk memberikan intervensi dan terapi lanjutan lebih awal.

“Temuan-temuan ini bisa segera kita intervensi melalui terapi lanjutan sehingga risiko menjadi penyakit yang lebih berat seperti stroke dan penyakit jantung dapat dicegah,” ujarnya.

Sementara pada pengendalian penyakit menular, Jasin menyebut kasus demam berdarah dengue (DBD) tahun ini relatif lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan juga tercatat pada kasus leptospirosis yang hingga periode pelaporan saat ini sebanyak tujuh kasus.

“Edukasi kepada masyarakat dan berbagai langkah pengendalian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik,” jelasnya.

Penemuan kasus HIV juga menunjukkan penurunan. Jika pada tahun sebelumnya kasus positif yang ditemukan mencapai lebih dari 150 kasus, hingga Agustus 2026 Dinkes Bondowoso mencatat 69 kasus.

Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan, Dinkes masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan cakupan imunisasi. Penguatan program imunisasi menjadi perhatian karena berperan dalam mencegah berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Jasin mengimbau masyarakat tidak khawatir membawa anak untuk mendapatkan imunisasi. Menurutnya, imunisasi telah melalui proses penelitian panjang dan menjadi salah satu upaya penting dalam mencegah penyakit.

“Pencegahan tetap lebih baik daripada pengobatan. Mungkin manfaatnya tidak langsung dirasakan, tetapi dalam jangka panjang akan sangat berdampak terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Bondowoso,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....