Puluhan Warga Bondowoso Ikut Cek Kesehatan Gratis

  • 28 Jul 2026 19:27 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso menggelar rapat koordinasi dan advokasi, untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), di Pemda setempat, Selasa (28/7/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Jasin mengatakan, program Cek Kesehatan Gratis merupakan langkah awal untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat, tangguh, dan mampu bersaing.

"Kami ingin masyarakat membiasakan pola hidup bersih dan sehat melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis," ujarnya.

Menurutnya, program tersebut telah dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso. Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh agar layanan kesehatan gratis tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

"Beliau sangat antusias agar kegiatan ini benar-benar terlaksana serta dimanfaatkan oleh masyarakat. Bekal kesehatan menjadi modal awal agar SDM Bondowoso bisa tangguh dan memiliki daya saing," katanya.

Berdasarkan data Dinkes, sasaran Cek Kesehatan Gratis di Bondowoso mencapai sekitar 366 ribu jiwa atau sekitar 46 persen dari total jumlah penduduk. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 166 ribu warga atau 45,53 persen sasaran telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Artinya, masih terdapat sekitar 200 ribu warga yang harus dijangkau dalam lima bulan ke depan hingga akhir tahun.

Untuk mempercepat capaian tersebut, Dinkes membuka layanan pemeriksaan tidak hanya di puskesmas, tetapi juga melalui ponkesdes, posyandu, hingga layanan jemput bola ke tengah masyarakat.

"Apabila ada kegiatan pengajian, kegiatan sosial, atau perkumpulan warga, silakan mengundang kami. Tim puskesmas akan datang memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan," jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga dapat mengajukan permohonan pemeriksaan kesehatan secara mandiri melalui ketua RT, pengurus masjid maupun panitia kegiatan kemasyarakatan.

"Sudah banyak yang menghubungi kami, mulai dari ketua RT hingga pengurus kegiatan keagamaan. Misalnya setelah salat Jumat ingin dilakukan pemeriksaan kesehatan jamaah, kami siap datang memberikan layanan," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dinkes juga memberikan penghargaan kepada tiga puskesmas dengan capaian pemeriksaan kesehatan tertinggi. Penilaian didasarkan pada persentase capaian terhadap jumlah sasaran penduduk di masing-masing wilayah.

Puskesmas Sempol menjadi yang terbaik dengan capaian di atas 90 persen. Disusul Puskesmas Pujer dengan capaian lebih dari 70 persen dan Puskesmas Tamanan sekitar 66 persen.

"Ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh tenaga kesehatan. Semester kedua nanti kami akan kembali memberikan penghargaan kepada tiga puskesmas dengan capaian terbaik," kata Kepala Dinas Kesehatan.

Sementara itu, lima puskesmas dengan capaian terendah akan mendapatkan pendampingan khusus. Salah satunya adalah Puskesmas Sumberwringin yang saat ini masih berada di posisi terbawah.

"Minggu depan kami akan mengajak mereka berdiskusi untuk menyusun strategi percepatan. Kami ingin ada rencana yang jelas, titik pelayanan per hari hingga target yang harus dicapai agar pada akhir tahun mereka tidak lagi menjadi yang terendah," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....