Forum Anak Jember Ajak Remaja Keluar dari Toxic Positivity

  • 09 Jul 2026 13:01 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Forum Anak Jember (FAJ) mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam mengenali dan menerima berbagai emosi yang dirasakan, tanpa memaksakan diri untuk selalu tampak bahagia. Ajakan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap maraknya fenomena toxic positivity di media sosial yang kerap membuat seseorang merasa harus terus menunjukkan sisi kehidupan yang sempurna.

Pengurus FAJ Divisi Perlindungan Anak, Cahya, mengatakan kebahagiaan tidak hanya diukur dari banyaknya emosi positif yang dirasakan. Menurutnya, setiap manusia secara alami memiliki berbagai macam emosi yang semuanya memiliki fungsi penting dalam kehidupan.

"Kebahagiaan secara psikologis itu maknanya sangat luas, tidak melulu harus berisi emosi positif. Secara alamiah, manusia dibekali berbagai macam emosi seperti sedih, marah, takut, maupun kecewa, dan semua itu normal serta memiliki fungsinya masing-masing," ujar Cahya saat menjadi narasumber dalam program Jaga Malam Pro 2 RRI Jember. (4/6/2026)

Ia menjelaskan bahwa rasa sedih, misalnya, merupakan bagian dari mekanisme alami tubuh untuk membantu seseorang memproses kehilangan atau kekecewaan. Namun, tekanan media sosial sering kali membuat banyak orang terjebak dalam budaya social comparison, yakni membandingkan kehidupan diri sendiri dengan pencapaian orang lain yang ditampilkan di dunia digital.

Menurut Cahya, kebiasaan tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental karena seseorang merasa kehidupannya kurang baik dibandingkan orang lain, padahal apa yang terlihat di media sosial belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.

Hal senada disampaikan Pengurus FAJ Divisi Tumbuh Kembang Anak, Balqis, yang menilai kebiasaan menekan emosi negatif demi terlihat selalu bahagia justru dapat memperburuk kondisi psikologis seseorang.

"Ketika kita terus-menerus denial atau menolak apa yang sebenarnya kita rasakan, diri kita akan semakin lelah karena terjebak dalam tuntutan toxic positivity. Menerima rasa sedih atau kecewa saat kalah dalam sebuah kompetisi, misalnya, jauh lebih sehat daripada berpura-pura bahagia demi mengikuti ekspektasi lingkungan sosial," tutur Balqis.

Menurutnya, menerima emosi negatif bukan berarti menyerah pada keadaan, melainkan menjadi langkah awal untuk memahami diri sendiri dan bangkit dengan cara yang lebih sehat.

Sebagai upaya menjaga kesehatan mental, Forum Anak Jember mendorong remaja memanfaatkan waktu luang untuk melakukan me time, mengembangkan hobi, mengikuti kegiatan positif, hingga memberikan waktu istirahat yang cukup agar kondisi emosional tetap terjaga.

Di akhir dialog, Balqis mengingatkan bahwa menjadi pribadi yang sehat bukan berarti selalu tersenyum setiap saat, melainkan mampu menerima setiap fase kehidupan dengan penuh kesadaran dan kasih sayang terhadap diri sendiri.

"Menjadi manusia seutuhnya bukan berarti harus selalu bahagia setiap waktu, melainkan bagaimana kita mampu menerima setiap dinamika proses kehidupan dengan cara yang sehat dan lebih penuh kasih sayang terhadap diri sendiri," pungkasnya.

Melalui edukasi tersebut, Forum Anak Jember berharap semakin banyak anak muda yang berani mengakui perasaan yang dialami, tidak ragu mencari dukungan ketika membutuhkan, serta membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....