Cacingan Tak Hanya Serang Anak, Kebersihan Jadi Kunci Pencegahan

  • 28 Jul 2026 01:23 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Cacingan merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap dianggap sepele oleh masyarakat. Padahal, infeksi yang disebabkan oleh cacing parasit ini dapat mengganggu penyerapan nutrisi, menurunkan daya tahan tubuh, hingga meningkatkan risiko stunting pada anak apabila tidak ditangani dengan baik.

Lutfhika Wisdhamayanti dari perwakilan PIONEER (Pusat Informasi Obat Universitas Jember), menjelaskan bahwa cacingan merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing parasit, seperti cacing gelang, cacing kremi, cacing tambang, dan cacing pita. Infeksi terjadi ketika telur atau larva cacing masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, tangan yang kotor, maupun tanah yang telah terkontaminasi.

"Setelah masuk ke tubuh, cacing biasanya hidup di usus dan menyerap nutrisi yang seharusnya digunakan tubuh. Akibatnya, penderita bisa mengalami kekurangan gizi dan merasa lemas," ujar Wisdha dalam program Jaga Malam Pro 2 Jember, Rabu (10/09/2025).

Ia menjelaskan, anak-anak memang menjadi kelompok yang paling rentan karena sering bermain di tanah, lupa mencuci tangan, atau tidak menggunakan alas kaki. Namun demikian, orang dewasa juga memiliki risiko yang sama apabila tidak menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan yang kurang matang, atau tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang buruk.

Sementara itu, Adelita Puspa Devi yang juga bagian dari PIONEER, mengatakan penyebab utama cacingan adalah masuknya telur atau larva cacing melalui makanan, minuman, maupun tangan yang terkontaminasi. Beberapa kebiasaan sehari-hari yang meningkatkan risiko cacingan antara lain tidak mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi sayuran yang tidak dicuci bersih, minum air yang tidak higienis, berjalan tanpa alas kaki, hingga tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik.

"Kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele sebenarnya bisa menjadi pintu masuk telur atau larva cacing ke dalam tubuh," kata Devi yang turut hadir di program Jaga Malam Pro 2 Jember edisi 10 September 2025.

Wisdha menambahkan bahwa gejala cacingan dapat berbeda tergantung jenis cacing yang menginfeksi. Namun secara umum, penderita akan mengalami sakit perut, mual, diare, nafsu makan menurun, hingga berat badan sulit naik. Pada beberapa kasus, penderita justru memiliki nafsu makan tinggi tetapi tetap kurus karena nutrisi diserap oleh cacing.

Ia juga menjelaskan bahwa infeksi cacing tambang dapat menyebabkan anemia karena cacing mengisap darah di usus, sedangkan cacing kremi biasanya menimbulkan rasa gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari. Pada kondisi yang berat, infeksi cacing bahkan dapat menyebabkan sumbatan usus.

Menurut Wisdha, dampak cacingan tidak hanya dirasakan pada sistem pencernaan. Anak-anak yang mengalami infeksi cacing berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, kesulitan berkonsentrasi saat belajar, daya tahan tubuh menurun, hingga stunting. Sementara pada orang dewasa, cacingan dapat menyebabkan tubuh mudah lelah dan menurunkan produktivitas.

Untuk mencegah infeksi cacing, Devi mengimbau masyarakat membiasakan pola hidup bersih. Langkah-langkah sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet, memotong kuku secara rutin, memasak makanan hingga matang sempurna, mengonsumsi air yang bersih, serta menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar rumah dinilai sangat efektif mengurangi risiko penularan. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi obat cacing secara berkala.

"Mengonsumsi obat cacing setiap enam bulan sekali sesuai anjuran Kementerian Kesehatan menjadi salah satu upaya pencegahan yang efektif," ujarnya.

Apabila seseorang telah terinfeksi, Wisdha menjelaskan bahwa cacingan dapat diobati menggunakan obat antiparasit yang tersedia di apotek, seperti albendazole, mebendazole, maupun pirantel pamoat. Obat-obatan tersebut bekerja dengan membunuh atau melumpuhkan cacing sehingga dapat dikeluarkan bersama feses.

Dalam kesempatan itu, ada penjelasan fakta dari sejumlah mitos yang masih berkembang di masyarakat. Salah satunya anggapan bahwa hanya anak-anak yang bisa terkena cacingan.

Menurut Devi, anggapan tersebut tidak benar karena semua orang dapat terinfeksi apabila tidak menjaga kebersihan. Begitu pula dengan anggapan bahwa orang bertubuh kurus pasti mengalami cacingan. Berat badan yang rendah belum tentu disebabkan oleh infeksi cacing, tetapi bisa dipengaruhi faktor lain seperti asupan gizi atau kondisi kesehatan tertentu.

Obat cacing juga tidak cukup diminum sekali seumur hidup karena seseorang tetap dapat terinfeksi kembali apabila terpapar telur atau larva cacing. Selain itu, infeksi cacing tidak akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan yang tepat.

Wisdha dan Devi mengajak masyarakat untuk tidak menganggap remeh cacingan karena penyakit ini dapat dicegah melalui kebiasaan hidup bersih, konsumsi makanan yang higienis, dan pemeriksaan kesehatan apabila muncul gejala yang mengarah pada infeksi cacing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....