Cara Benar Berlari untuk Pemula tanpa Cedera

  • 02 Jun 2026 15:54 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Banyak orang berpikir berlari itu cukup dengan memakai sepatu dan langsung lari. Padahal, teknik yang salah bisa menyebabkan cedera, sesak napas, dan cepat kelelahan. Dengan memahami postur tubuh dan teknik pernapasan yang benar, pengalaman berlarimu akan jauh lebih nyaman dan efisien. Berikut panduannya dikutip dari Peloton, pada Juli 2025:

1. Jaga Postur Tubuh Tetap Tegak

Postur adalah fondasi dari lari yang baik. Punggung harus tegak dan otot inti (core) dalam kondisi aktif. Bahu harus rileks, sejajar ke depan, dan tidak terangkat ke arah telinga. Jika terasa bahu mulai naik, tarik napas panjang lalu turunkan kembali. Hindari membungkuk ke depan, karena posisi ini akan mempersempit ruang paru-paru dan menghambat suplai oksigen ke seluruh tubuh.

2. Posisi Kepala dan Pandangan

Kepala harus berada dalam posisi netral — tidak menunduk dan tidak mendongak berlebihan. Pandangan diarahkan lurus ke depan, sekitar 10–20 meter di hadapan kamu. Posisi kepala yang benar akan membantu menjaga keselarasan seluruh tubuh saat berlari.

3. Bernapas Menggunakan Perut, Bukan Dada

Salah satu kesalahan paling umum pemula adalah bernapas dangkal menggunakan dada. Pernapasan dangkal membuat otot leher dan bahu bekerja lebih keras, meningkatkan detak jantung, dan mempercepat kelelahan. Sebaliknya, latihlah pernapasan perut — tarik napas dalam-dalam hingga perut mengembang, lalu hembuskan perlahan. Teknik ini memaksimalkan asupan oksigen dengan setiap tarikan napas.

4. Bernapas Lewat Hidung dan Mulut Sekaligus

Banyak pemula bingung: harus bernapas lewat hidung atau mulut? Jawabannya: keduanya. Menggunakan hidung dan mulut secara bersamaan memungkinkan tubuh mendapatkan oksigen yang lebih banyak, terutama saat intensitas lari meningkat.

5. Selaraskan Napas dengan Langkah Kaki

Teknik pernapasan ritmis membantu mendistribusikan tekanan secara merata pada tubuh saat berlari. Cobalah pola 3:2 — tiga langkah saat menarik napas, dua langkah saat membuang napas. Pola ini membantu menstabilkan ritme lari dan mencegah kram di bagian samping tubuh (side stitch).

6. Lakukan Pemanasan Pernapasan Sebelum Berlari

Sebelum mulai berlari, lakukan pemanasan dinamis untuk mempersiapkan sistem pernapasan. Gerakan membuka dada seperti arm circle atau chest stretch membantu memperluas diafragma sehingga pernapasan perut menjadi lebih efisien sejak awal lari.

7. Mulai Pelan, Lalu Temukan Ritme yang Nyaman

Pemula sering memulai terlalu cepat sehingga langsung kehabisan napas. Mulailah dengan kecepatan di mana kamu masih bisa berbicara dengan kalimat pendek — ini disebut "conversational pace" dan merupakan tanda bahwa intensitas lari sudah tepat. Seiring waktu, tubuh akan beradaptasi dan kamu bisa meningkatkan kecepatan secara bertahap.

Menguasai teknik pernapasan dan postur yang benar membutuhkan latihan dan kesabaran. Namun begitu kamu menemukan ritme yang tepat, berlari akan terasa jauh lebih mudah dan menyenangkan — bahkan bisa menjadi bagian favorit dari harimu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....