CIMSA UNEJ Menjembatani Literasi JKN lewat Program MEDSHIELD

  • 14 Jun 2026 11:13 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Bagi banyak orang, berurusan dengan sistem jaminan kesehatan sering kali terasa membingungkan. Antrean panjang di fasilitas kesehatan, kerumitan prosedur administrasi, hingga anggapan bahwa membayar iuran BPJS hanya perlu dilakukan saat sedang sakit, menjadi potret keseharian yang dialami masyarakat. Di sisi lain, bagi calon tenaga medis, realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan besar, meski 99% penduduk telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hanya 79% yang menjadi peserta aktif.

Fenomena inilah yang melatarbelakangi lahirnya MEDSHIELD (Medical Shield). Dalam siaran program "Jaga Malam" di Pro 2 RRI Jember pada Jum’at, 13 Juni 2026, Muhammad Abiyyu Hakim, perwakilan SCOPE CIMSA Fakultas Kedokteran Universitas Jember, menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai jembatan nyata antara hak kesehatan masyarakat dan efektivitas layanan yang tersedia.

Jembatan Literasi bagi Masyarakat

Masyarakat sering merasa terasing dengan sistem yang seharusnya melindungi mereka. Melalui serangkaian kegiatan edukasi langsung dan kampanye media sosial, MEDSHIELD berupaya menyederhanakan akses tersebut. Abiyyu menegaskan bahwa misi utama mereka adalah memastikan masyarakat tidak hanya memegang kartu, tetapi juga memahami esensi layanan. "UHC ini tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika sakit tapi juga mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, bahkan rehabilitatif," jelas Abiyyu mengenai konsep Universal Health Coverage (UHC) yang ingin ditanamkan kepada warga.

Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Keadilan Akses

Dari sudut pandang mahasiswa kedokteran, MEDSHIELD bukan sekadar kegiatan kampus. Ini adalah bentuk pengabdian untuk memastikan prinsip keadilan (equity) dalam kesehatan benar-benar dirasakan. Mahasiswa berperan sebagai edukator yang membantu warga memahami bahwa sistem BPJS adalah bentuk gotong royong nasional, bukan sekadar beban biaya.

Abiyyu menekankan pentingnya pendekatan yang inklusif agar sistem ini bekerja efektif bagi semua kalangan, dari lansia hingga warga di wilayah pelosok. "Konsep equity atau keadilan di sini berarti memberikan hal yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu, bukan berarti sama untuk semua orang," tambahnya.

Investasi untuk Masa Depan

Melalui kolaborasi antara SCOPE CIMSA dan BPJS Kesehatan ini, MEDSHIELD telah berhasil mengubah cara pandang banyak orang. Kini, prosedur yang dulunya dianggap rumit mulai dipahami sebagai mekanisme untuk mendapatkan perlindungan jangka panjang. Program ini menjadi bukti bahwa ketika mahasiswa kedokteran turun langsung ke lapangan, jurang antara kebijakan kesehatan yang ideal dan realitas masyarakat dapat diminimalisir.

Kesehatan bukan lagi sekadar komoditas bagi mereka yang sakit, melainkan hak yang harus dijaga. MEDSHIELD telah membuktikan bahwa dengan literasi yang tepat, masyarakat bisa menjadi lebih proaktif dalam menjemput hak kesehatan mereka sendiri, demi Indonesia yang lebih sehat dan berdaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....