Lumajang Dorong Pendidikan Inklusif dari Kebutuhan Dasar

  • 20 Mei 2026 15:12 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak berhenti pada membuka akses sekolah bagi semua anak, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi agar proses belajar dapat berlangsung setara.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sepatu sekolah kepada puluhan siswa di Kecamatan Tempeh dalam rangkaian kegiatan Setor Madu, Selasa (19/5/2026).

Bantuan diberikan kepada siswa dari MI Terpadu Assuniyah Sumberjati, SDN Kaliwungu 01, SDN Kaliwungu 02, SDN Kaliwungu 03, dan SMPN 03 Tempeh. Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap faktor-faktor sederhana yang kerap memengaruhi kenyamanan anak dalam mengikuti pendidikan.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan bahwa pendidikan yang setara tidak hanya berbicara tentang ruang kelas dan kurikulum, tetapi juga kondisi nyata yang dihadapi anak saat berangkat ke sekolah. Menurutnya, kebutuhan dasar seperti sepatu yang layak sering kali tampak kecil, namun sangat berarti bagi sebagian keluarga.

“Pendidikan inklusif itu memastikan semua anak bisa belajar dengan kondisi yang layak. Kadang hal sederhana seperti sepatu menjadi kebutuhan penting agar anak tetap nyaman dan percaya diri saat sekolah,” ujarnya.

Ia menilai, dukungan terhadap kebutuhan dasar siswa merupakan bagian dari upaya menciptakan kesetaraan kesempatan belajar. Anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi berbeda tetap harus mendapatkan ruang yang sama untuk tumbuh dan berkembang di sekolah.

Bupati menjelaskan, perhatian terhadap kebutuhan minimum siswa menjadi penting karena hambatan pendidikan tidak selalu berasal dari persoalan biaya besar. Dalam praktiknya, keterbatasan perlengkapan dasar sering menjadi kendala yang memengaruhi semangat belajar anak.

“Jangan sampai ada anak yang kehilangan semangat belajar karena kebutuhan dasar sekolah belum terpenuhi. Pemerintah hadir untuk membantu agar mereka tetap punya kesempatan yang sama,” katanya.

Substansi program ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusif menuntut kehadiran pemerintah pada persoalan yang dekat dengan keseharian masyarakat. Kesetaraan tidak cukup diwujudkan dengan kebijakan formal, tetapi juga melalui dukungan yang menjawab kebutuhan riil siswa.

Bantuan sepatu menjadi simbol pendekatan tersebut. Dengan perlengkapan yang layak, anak dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih nyaman, membangun kepercayaan diri, dan tidak merasa tertinggal dibanding teman sebaya.

Melalui kegiatan Setor Madu, pemerintah daerah juga memperkuat pola pelayanan langsung ke masyarakat. Program ini tidak hanya menjadi sarana menyerap aspirasi, tetapi juga mendeteksi kebutuhan konkret warga, termasuk dukungan bagi anak-anak sekolah.

Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan di Lumajang diarahkan tidak hanya pada sarana fisik sekolah, tetapi juga pada pemenuhan unsur dasar yang mendukung keberlangsungan belajar. Karena pendidikan inklusif pada akhirnya bukan sekadar membuka pintu sekolah, melainkan memastikan setiap anak benar-benar mampu melangkah masuk dan belajar dengan setara. (MC Kab. Lumajang/Ad/An-m)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....