Menyongsong Wajib Belajar 13 Tahun, Lumajang Siapkan Fondasi Anak Sejak TK
- 10 Sep 2026 17:10 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Perjalanan pendidikan anak tidak dimulai ketika mereka memasuki sekolah dasar. Fondasinya justru mulai dibangun sejak usia dini, ketika anak pertama kali mengenal lingkungan pendidikan dan membentuk kebiasaan yang akan dibawa ke jenjang berikutnya.
Semangat itulah yang menjadi bagian dari Launching Pra Siaga TK yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI Kabupaten Lumajang di Obyek Wisata Pemandian Selokambang, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.100 peserta dari 21 kecamatan se-Kabupaten Lumajang.
Mengusung tema “Bersama Mewujudkan Pra Siaga TK yang Mandiri dan Berkarakter untuk Menyongsong Wajib Belajar 13 Tahun”, kegiatan tersebut menempatkan pendidikan anak usia dini sebagai bagian dari persiapan menuju perjalanan pendidikan yang lebih panjang.
Ketua IGTKI Kabupaten Lumajang, Wiwit Widianingsih, mengatakan pendidikan pada usia dini menjadi bagian penting dalam menyiapkan anak sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Pendidikan anak usia dini menjadi bagian penting dalam menyiapkan anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Karena itu, fondasi yang dibangun sejak TK perlu kita kuatkan bersama,” ujar Wiwit.
Dalam konteks tersebut, Pra Siaga menjadi bagian dari pengenalan pengalaman pendidikan yang disesuaikan dengan dunia anak. Anak mendapatkan ruang untuk menjalani proses pendidikan secara bertahap sebelum menghadapi lingkungan belajar pada jenjang selanjutnya.
Persiapan itu penting karena perjalanan pendidikan yang panjang membutuhkan fondasi yang dibangun sejak awal. Anak perlu tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang tidak hanya memperhatikan proses belajar, tetapi juga pembentukan karakter sebagai bagian dari kesiapan mengikuti jenjang berikutnya.
Launching Pra Siaga TK mempertemukan peserta dari 21 kecamatan di Kabupaten Lumajang. Kehadiran ribuan peserta tersebut menunjukkan keterlibatan satuan pendidikan TK dalam upaya menyiapkan anak sejak usia dini.
Wiwit menambahkan, kegiatan Pra Siaga juga menjadi kesempatan untuk memberikan pengalaman positif kepada anak sebagai bagian dari proses pendidikan mereka.
“Melalui Pra Siaga ini, kami ingin memberikan pengalaman positif kepada anak-anak sebagai bagian dari persiapan mereka menyongsong perjalanan pendidikan yang lebih panjang,” katanya.
Sebanyak 525 trofi disiapkan dalam rangkaian kegiatan sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta.
Melalui kegiatan tersebut, IGTKI-PGRI Kabupaten Lumajang membawa semangat agar pendidikan anak usia dini terus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang mandiri dan berkarakter.
Hal tersebut menjadi semakin relevan dalam menyongsong Wajib Belajar 13 Tahun, ketika keberlanjutan pendidikan perlu dipersiapkan sejak tahap paling awal. Pendidikan usia dini menjadi salah satu fondasi agar anak memiliki kesiapan untuk menjalani tahapan pendidikan berikutnya.
Bagi orang tua, pesan tersebut menempatkan pendidikan TK bukan sekadar tahapan sebelum sekolah dasar. Masa usia dini merupakan bagian dari perjalanan pendidikan anak, ketika fondasi untuk mengikuti proses pendidikan secara berkelanjutan mulai dibangun. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/An-m)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....