Diskominfo Lumajang Ingatkan Warga Lindungi Data Pribadi
- 09 Sep 2026 17:20 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Satu klik pada tautan yang terlihat biasa saja bisa membawa pengguna ke halaman yang tidak semestinya. Di tengah aktivitas digital yang semakin lekat dengan kehidupan sehari-hari, kebiasaan berhenti sejenak untuk memeriksa sumber tautan menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga data pribadi tetap aman.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru membuka tautan, memberikan informasi pribadi, maupun mengikuti permintaan yang datang dari sumber yang belum dapat dipercaya.
Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi Komunikasi dan Persandian Diskominfo Lumajang, Ricko Dharma Putra, mengatakan keamanan digital perlu dibangun dari kebiasaan sehari-hari, mulai dari menjaga perangkat hingga mengamankan akun.
“Keamanan perangkat perlu diperkuat dengan autentikasi berlapis. Masyarakat tidak hanya mengandalkan password, tetapi juga dapat memanfaatkan pengenalan wajah, sidik jari, maupun metode verifikasi tambahan yang tersedia,” ujar Ricko, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, salah satu ancaman yang perlu dikenali masyarakat adalah phishing, yakni upaya memperoleh informasi sensitif melalui tautan, pesan, atau situs palsu. Modus tersebut dapat dikemas dalam berbagai bentuk penawaran yang dibuat seolah-olah menarik atau mendesak.
“Phishing dapat memanfaatkan berbagai situasi, termasuk iklan atau penawaran yang menarik perhatian masyarakat. Karena itu, jangan mudah mengeklik tautan dari sumber yang tidak jelas, termasuk yang berkaitan dengan judol maupun jual beli obat kuat,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber sebelum mengeklik sebuah tautan. Terlebih jika tautan tersebut meminta pengguna memasukkan data pribadi, melakukan transaksi, atau memberikan informasi yang bersifat rahasia.
“Jika masyarakat mengklik tautan iklan dari sumber yang tidak jelas, itu memiliki risiko. Sebelum mengeklik, pastikan terlebih dahulu sumbernya dan jangan memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipercaya,” tegas Ricko.
Perlindungan data juga tidak berhenti pada aktivitas ketika berselancar di internet. Pengelolaan akun digital yang sudah tidak digunakan perlu menjadi perhatian karena akun lama masih dapat menyimpan berbagai informasi pribadi.
“Dunia digital bukan lagi barang baru. Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam mengelola akun digital. Jika ada akun yang sudah tidak digunakan, sebaiknya dipertimbangkan untuk dihapus, terutama apabila akun tersebut menyimpan data-data pribadi,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat diingatkan menggunakan kata sandi yang kuat, tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun, serta melakukan verifikasi terlebih dahulu ketika menerima pesan atau permintaan informasi yang mencurigakan.
Kebiasaan tersebut penting karena aktivitas digital masyarakat kini mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi, mengakses layanan, hingga transaksi ekonomi. Semakin banyak aktivitas dilakukan melalui akun digital, semakin penting pula informasi di dalamnya dijaga.
“Keamanan siber bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau penyedia layanan. Masyarakat juga memiliki peran penting melalui kebiasaan digital yang aman. Dengan lebih waspada, kita dapat memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus melindungi data pribadi,” pungkas Ricko.
Diskominfo Lumajang mendorong masyarakat menjadikan keamanan siber sebagai kebiasaan, bukan hanya dilakukan ketika terjadi masalah. Memeriksa sumber tautan, mengaktifkan autentikasi berlapis, menjaga kerahasiaan OTP, dan mengelola akun secara berkala merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap pengguna.
Dengan kebiasaan tersebut, masyarakat diharapkan dapat tetap memanfaatkan ruang digital untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, mengakses layanan, dan beraktivitas ekonomi tanpa mengabaikan keamanan data pribadi. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....