110 KDKMP Bondowoso Rampung Secara Fisik

  • 03 Okt 2026 18:09 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bondowoso terus digenjot. Hingga Jumat 2 Oktober 2026 kemarin, sebanyak 110 titik dilaporkan telah rampung dibangun dari total target 219 titik yang tersebar di wilayah setempat.

Komandan Kodim (Dandim) 0822 Bondowoso, Letkol Inf Prawito, mengatakan dari 110 lokasi yang telah selesai secara fisik, sebanyak 108 lokasi sudah memiliki nama manajer koperasi. Sementara itu, dua lokasi lainnya masih belum memiliki manajer meskipun pembangunan fisiknya telah mencapai 100 persen.

Kedua lokasi tersebut berada di Desa Sumberwringin, Kecamatan Sumberwringin, serta Desa Wonosuko, Kecamatan Tapen.

"Kami pun tidak mengerti secara teknis, bagaimana. Karena yang mengatur dari pusat, karena kami hanya supporting, untuk kegiatan mengatur dari pusat," ujar Prawito saat dikonfirmasi.

Selain persoalan penempatan manajer, Prawito mengungkapkan bahwa tujuh manajer dari 108 orang yang telah terkonfirmasi belum hadir secara fisik di lokasi tugas masing-masing pada hari pertama pengawasan.

Mereka dijadwalkan bertugas di Desa Sumberkokap, Kecamatan Taman Krocok; Desa Trotosari, Kecamatan Tlogosari; Desa Bajuran dan Desa Keladi, Kecamatan Cermee; Desa Karang Melok, Kecamatan Tamanan; Desa Sumberanyar, Kecamatan Jambesari Darus Sholah; serta Desa Tarung, Kecamatan Prajekan.

Menurut Prawito, ketidakhadiran para manajer tersebut disebabkan sejumlah alasan. Di antaranya masih menunggu petunjuk koordinator wilayah (korwil), memiliki keperluan keluarga, hingga masih dalam perjalanan menuju Bondowoso.

"Sebagian besar manajer memang warga lokal Bondowoso dan sekitarnya. Namun, ada beberapa yang memang dari luar kota seperti Jakarta dan Sumatra," ujarnya.

Prawito menjelaskan, penempatan manajer menjadi tahap awal dalam persiapan operasional KDKMP. Selanjutnya, akan dilakukan perekrutan tenaga kerja untuk mengisi posisi teknis, seperti kasir dan staf operasional, dengan prioritas bagi warga lokal di desa setempat.

"Kalau pengurus koperasi itu bertindak sebagai pengawas dan penyelenggara, beda dengan pegawai operasional," jelasnya.

Ia menambahkan, operasional KDKMP nantinya akan dikendalikan langsung oleh PT Agrinas Pangan Nusantara selama dua tahun pertama sebelum diserahterimakan sepenuhnya kepada pengurus desa setempat.

Karena itu, Prawito meminta para manajer yang berasal dari luar daerah agar mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, adat, serta budaya masyarakat Bondowoso. Menurutnya, pendekatan yang baik kepada masyarakat diperlukan agar program tersebut dapat berjalan sesuai tujuan penguatan ekonomi di tingkat desa.

"Segera menyesuaikan dengan budaya dan situasi di Bondowoso. Jangan membawa ego, mungkin karena datang dari kota besar. Datanglah dengan rendah hati, sesuaikan dengan kebiasaan masyarakat secara pelan-pelan untuk membawa perekonomian warga ke arah yang lebih baik," pungkasnya.

Di sisi lain, dari total target pembangunan sebanyak 219 titik KDKMP di Bondowoso, masih terdapat sejumlah lokasi yang berada dalam tahapan pengerjaan maupun penyelesaian kendala lahan.

Di Desa Batu Ampar, Kecamatan Cermee, progres pembangunan telah mencapai lebih dari 90 persen dan ditargetkan rampung pada pertengahan Oktober 2026. Sementara itu, pembangunan di Desa Walidono, Kecamatan Prajekan, baru memasuki tahap awal.

Selain kedua lokasi tersebut, terdapat satu titik yang terkendala perselisihan atau sengketa lahan antara pihak desa dan masyarakat. Permasalahan itu masih dalam proses penyelesaian. Adapun sejumlah titik lainnya masih menunggu kepastian ketersediaan lahan.

Sementara itu, Tresna, Ketua Pengurus KDKMP Kelurahan Badean, mengatakan pertemuan awal dengan manajer koperasi di wilayahnya masih sebatas perkenalan. Hingga kini, pihaknya masih menunggu regulasi lanjutan dari PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai acuan pelaksanaan operasional koperasi.

"Menunggu regulasi dari Agrinas. Manajer belum memberikan info ke depannya," pungkasnya.

Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, penyelesaian persoalan penempatan manajer, kepastian lahan, serta kejelasan regulasi operasional menjadi bagian penting dalam mempersiapkan KDKMP agar dapat berfungsi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Bondowoso.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....