Libur Sekolah Usai, Program MBG Kembali Dimulai

  • 12 Jul 2026 20:49 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Setelah libur sekolah berakhir, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso kembali didistribusikan mulai Senin (13/7/2026). Penyaluran dilakukan oleh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), meski belum seluruh dapur operasional dapat kembali melayani penerima manfaat.

Koordinator SPPG Kabupaten Bondowoso, Milla Afriana Agustina, mengatakan sebagian dapur masih berstatus suspend karena proses perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) belum rampung.

"Besok sudah mulai distribusi, ada beberapa yang masih suspend," ujar Milla. Ia menambahkan, dapur yang masih terkena suspend merupakan dapur yang sebelumnya juga sempat dihentikan operasionalnya.

Menjelang dimulainya kembali distribusi MBG, sejumlah dapur telah melakukan berbagai persiapan. Relawan SPPG di Kecamatan Grujugan, Achmad, mengatakan aktivitas di dapurnya sudah dimulai sejak Jumat (10/7/2026) dengan melakukan general cleaning atau pembersihan menyeluruh.

"Iya, kita general cleaning," katanya.

Achmad mengaku menyambut baik dimulainya kembali program tersebut. Selama masa libur sekolah sekitar tiga pekan, ia mengisi waktu dengan bekerja serabutan karena aktivitas di dapur SPPG dihentikan sementara.

"Kemarin saya kerja serabutan untuk mengisi tiga minggu libur," ujarnya.

Sementara itu, Mitra SPPG Cindogo 2 Kecamatan Tapen, Abu Rizal Yunan, mengatakan pembersihan dilakukan di seluruh area dapur mengingat cukup lamanya masa libur dan terbatasnya jumlah karyawan yang bertugas selama jeda operasional.

Selain melakukan pembersihan, pihaknya juga menggelar uji coba memasak sebanyak 55 porsi makanan untuk memastikan seluruh peralatan dapur berfungsi dengan baik.

"Kita upgrade semua peralatan kalau di dapur kami. Upgrade-nya itu alat dapur. Jika ada yang patah, ya kita ganti yang baru," kata Rizal.

Menurutnya, data penerima manfaat juga diperbarui melalui koordinasi dengan person in charge (PIC) di masing-masing sekolah. Pembaruan dilakukan karena adanya perubahan jumlah siswa pada tahun ajaran baru, baik akibat kelulusan maupun penerimaan siswa baru.

"Jumlah 2.100 itu tidak hanya anak sekolah, tapi juga ditambah dengan 3B," terangnya.

Rizal menambahkan, antusiasme para relawan untuk kembali menjalankan program MBG cukup tinggi. Bahkan, beberapa hari sebelum distribusi dimulai, para relawan sudah aktif menanyakan jadwal pelaksanaan.

"Mulai sore per hari ini tim persiapan sudah masuk," pungkasnya.

Berdasarkan data pada April 2026, terdapat 69 dapur SPPG yang beroperasi di Kabupaten Bondowoso. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.100 orang bekerja di dapur-dapur MBG dengan rata-rata sekitar 50 pekerja di setiap dapur. Jumlah tenaga kerja diperkirakan akan terus bertambah seiring bertambahnya jumlah SPPG yang beroperasi di daerah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....