Festival PEKA 2026, Pembelajaran Berbasis Ruang Ekologi Budaya
- 31 Mar 2026 11:19 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember- Pelaksanaan Lokakarya Seniman Pekarangan dalam rangkaian Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan (PEKA) 2026, difokuskan pada pembelajaran praktik lapangan lintas disiplin seni yang melibatkan Generasi Nara Bestari. Para peserta bisa mengaplikasikan materi pembelajaran secara langsung di lingkungan pekarangan Rumah Budaya Nara Bestari, yang diposisikan sebagai ruang hidup sekaligus ruang budaya.
Melalui pendekatan ini, pekarangan tidak hanya menjadi ruang aktivitas keseharian, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium budaya tempat peserta belajar memahami relasi antara seni, lingkungan, dan kehidupan sosial. Materi pembelajaran meliputi seni tari, teater, seni rupa, tata busana, musik tradisi hingga digital art, yang dipraktikkan secara kolaboratif dan kontekstual dengan lingkungan sekitar.

Narasumber lokakarya, Yuyun Handayani, yang juga merupakan penerima manfaat Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan dan LPDP RI, menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis ruang ekologi budaya menjadi penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap tantangan global saat ini.
“Pembelajaran berbasis ruang ekologi budaya membantu generasi muda memahami bahwa seni, lingkungan, dan kehidupan masyarakat tidak bisa dipisahkan. Di tengah isu global seperti krisis perubahan iklim, pendekatan ini menjadi penting untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab sejak usia dini,” ujarnya,30 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan anak-anak usia dini hingga remaja dalam program residensi ini menjadi langkah penting dalam proses regenerasi, agar generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan artistik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan kebudayaan tempat mereka tumbuh.

Kegiatan ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara asal Eropa yang berkunjung ke Rumah Budaya Nara dan turut terlibat dalam proses interaksi kreatif bersama para peserta. Salah satunya adalah Marcel, wisatawan asal Jerman, yang mengapresiasi pendekatan pembelajaran yang memadukan seni dan kesadaran ekologis.
“Saya melihat ini sebagai pengalaman yang sangat menarik. Anak-anak belajar seni sekaligus memahami alam dan lingkungan mereka. Ini adalah pendekatan pendidikan budaya yang sangat relevan dengan isu global saat ini,” ucap Marcel.
Partisipasi wisatawan internasional tersebut menghadirkan ruang dialog lintas budaya yang alami dan memperkuat praktik diplomasi budaya berbasis komunitas, di mana nilai-nilai ekologi budaya diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat global melalui pengalaman belajar bersama.
Lokakarya Seniman Pekarangan yang berlangsung hingga 12 April 2026 ini diikuti sekitar 70 peserta yang merupakan anak-anak dan remaja warga sekitar Rumah Budaya Nara Bestari. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi kreatif yang mampu merespons tantangan zaman melalui pendekatan seni, budaya, dan kesadaran ekologis. Hasil dari proses lokakarya akan dipresentasikan kepada publik pada Juni hingga Juli 2026 dalam bentuk pameran karya, pertunjukan seni, serta panggung karnaval dunia melalui kolaborasi dengan Jember Fashion Carnaval, sebagai ruang ekspresi sekaligus momentum apresiasi budaya bagi generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....