Arosuka Pascabanjir Bandang, dari Darurat menuju Pemulihan
- 28 Sep 2026 00:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hujan deras memicu banjir bandang (galodo) di Arosuka Kabupaten Solok pada Senin malam 21 September 2026, mengubah wajah kawasan dalam waktu singkat.
- Air bercampur lumpur, batu, dan material longsoran menerjang kawasan perkantosan serta permukiman warga, menyebabkan kerusakan pada bangunan pemerintahan.
- Banjir bandang terjadi ketika warga masih beraktivitas malam, dengan jalan tertutup oleh material longsoran dan infrastruktur publik mengalami kerusakan.
Sementara warga mulai ditangani, material banjir masih memenuhi sejumlah fasilitas pemerintahan Kabupaten Solok. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus membersihkan kantor sekaligus mempertahankan pelayanan masyarakat.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Solok Jufrisal mengatur pembagian tugas ASN selama proses pembersihan berlangsung. Mulai 24 September, sebanyak 50 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) diarahkan bergotong royong di kantor terdampak.
“Kegiatan gotong royong melibatkan seluruh ASN yang kantor terdampak. Sementara ASN dari OPD yang tidak terdampak juga akan membantu proses pembersihan di kantor-kantor pemerintahan terdampak galodo,” kata Jufrisal.
Jufrisal menyebut, ASN tidak hanya diarahkan membersihkan material, tetapi juga menyelamatkan arsip dan peralatan perkantoran. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kerusakan semakin meluas setelah kantor terendam material banjir.
“Selain membersihkan material bencana, ASN juga diarahkan untuk menyelamatkan arsip serta sarana dan prasarana perkantoran. Seperti laptop dan perlengkapan lainnya agar tidak semakin rusak,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga menyiapkan lokasi pelayanan sementara bagi organisasi perangkat daerah yang terdampak berat. Dengan demikian, pelayanan masyarakat tetap dapat dilakukan meskipun sejumlah gedung belum dapat digunakan.
Pembersihan kantor kemudian dilakukan bersama dukungan alat berat dari Kementerian PU dan unsur lainnya. Sejumlah fasilitas publik seperti puskesmas dan rumah ibadah juga masuk dalam penanganan material.
Dukungan personel juga datang dari daerah lain untuk membantu membersihkan material yang cukup berat. Petugas membantu menangani lumpur, batu, kayu, dan material lain yang memenuhi kawasan terdampak.
Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi fasilitas publik setelah banjir bandang. Namun, pemerintah menyadari bahwa membersihkan material belum cukup untuk mengurangi risiko kejadian serupa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....