Arosuka Pascabanjir Bandang, dari Darurat menuju Pemulihan

  • 28 Sep 2026 00:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hujan deras memicu banjir bandang (galodo) di Arosuka Kabupaten Solok pada Senin malam 21 September 2026, mengubah wajah kawasan dalam waktu singkat.
  • Air bercampur lumpur, batu, dan material longsoran menerjang kawasan perkantosan serta permukiman warga, menyebabkan kerusakan pada bangunan pemerintahan.
  • Banjir bandang terjadi ketika warga masih beraktivitas malam, dengan jalan tertutup oleh material longsoran dan infrastruktur publik mengalami kerusakan.

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka datang ke Kabupaten Solok pada Jumat 25 September 2026. Ia meninjau posko pengungsian, infrastruktur, fasilitas pemerintahan, hingga rumah warga terdampak banjir bandang tesebut.

Di Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro, Gibran berdialog dengan masyarakat mengenai kondisi mereka. Ia menyampaikan pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk menangani keadaan darurat.

“Saya memahami kondisi ini berat bagi Bapak dan Ibu. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan terus berkoordinasi untuk melakukan langkah tanggap darurat,” ujar Gibran.

Wapres Gibran menegaskan keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama selama proses penanganan bencana. Ia menekankan pemenuhan kebutuhan mendesak warga juga harus berjalan bersamaan dengan langkah pemulihan.

“Bahwa langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak Bapak/Ibu semua. Keselamatan Bapak/Ibu yang utama,” katanya.

Wapres Gibran Rakabuming Sedang Meninjau Korban Banjir di Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Foto: Satwapres)

Ia meminta bantuan yang tiba juga harus dicatat dan dikelola secara tertib melalui posko penanganan. “Setiap bantuan kebutuhan dasar yang tiba segera didistribusikan kepada masyarakat terdampak,” ucap Gibran.

Selain kebutuhan dasar, Gibran meminta kerugian masyarakat didata secara menyeluruh agar proses pemulihan dapat dilakukan berdasarkan kondisi sebenarnya. Data tersebut mencakup rumah, lahan pertanian, serta hewan ternak yang terdampak banjir bandang.

“Segera sampaikan kepada petugas di lapangan terkait rumah, lahan pertanian, hewan ternak yang jadi imbas bencana. Pemerintah pastikan untuk melakukan penggantian dan pemulihannya,” kata Wapres Gibran.

Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, pemerintah menyiapkan kemungkinan pembangunan kembali pada lokasi aman. Penentuan lokasi baru tetap mempertimbangkan kebutuhan keselamatan sekaligus kedekatan dengan lingkungan sebelumnya.

“Ibu, rumahnya sudah didata, nanti akan kami bangun kembali. Lokasinya akan ditentukan Bupati di tempat yang lebih aman,” kata Wapres.

Selain hunian, lahan pertanian juga menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan sumber penghidupan masyarakat. Gibran meminta pemerintah daerah memastikan pemulihan lahan berjalan bersama pemulihan rumah dan fasilitas umum.

“Solok merupakan salah satu lumbung pangan untuk Sumbar dan nasional. Pemulihan lahan pertanian harus menjadi prioritas agar warga bisa kembali bertani,” ujar Wapres.

Gibran juga menyoroti warga yang memiliki kewajiban pembiayaan setelah terdampak bencana. Pemerintah daerah diminta mendata warga yang membutuhkan restrukturisasi pembiayaan selama masa kebencanaan.

“Ini nanti Pak Bupati, mohon didata siapa saja warganya. Sekiranya nanti membutuhkan bantuan restrukturisasi, nanti bisa kita penuhi,” ucap Wapres.

Dengan demikian, pemulihan tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan bangunan seperti kondisi sebelumnya. Pemerintah juga mulai menempatkan keselamatan lokasi, keberlanjutan mata pencaharian, serta kebutuhan ekonomi warga sebagai bagian pemulihan.

Pemulihan tidak berhenti pada rumah, lahan pertanian, dan kebutuhan ekonomi masyarakat. Di pusat pemerintahan, pekerjaan lain juga menunggu karena lumpur dan material bencana masih memenuhi sejumlah kantor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....