Arosuka Pascabanjir Bandang, dari Darurat menuju Pemulihan

  • 28 Sep 2026 00:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hujan deras memicu banjir bandang (galodo) di Arosuka Kabupaten Solok pada Senin malam 21 September 2026, mengubah wajah kawasan dalam waktu singkat.
  • Air bercampur lumpur, batu, dan material longsoran menerjang kawasan perkantosan serta permukiman warga, menyebabkan kerusakan pada bangunan pemerintahan.
  • Banjir bandang terjadi ketika warga masih beraktivitas malam, dengan jalan tertutup oleh material longsoran dan infrastruktur publik mengalami kerusakan.

Selain menyelamatkan warga, pemerintah harus segera mengatasi material yang menutup akses utama masyarakat. Jalan nasional yang menghubungkan Solok dan Padang menjadi salah satu titik penanganan setelah banjir bandang.

Material berupa lumpur, bebatuan, dan kayu menutup badan jalan sepanjang sekitar 150 meter. Ketebalan lumpur mencapai sekitar 30 hingga 50 sentimeter sehingga kendaraan tidak dapat melintasi lokasi tersebut.

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat kemudian mengerahkan sejumlah alat berat. Peralatan tersebut digunakan untuk mempercepat pembersihan material yang menutup badan jalan nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan tim langsung bergerak setelah menerima laporan mengenai kondisi jalan. Ia mengatakan penanganan dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memulihkan akses masyarakat.

“Begitu menerima laporan, saya minta tim Kementerian PU segera bergerak bersama pemerintah daerah dan unsur terkait. Ekskavator, loader, backhoe loader, dan dump truck telah dikerahkan untuk membersihkan material dan memulihkan akses masyarakat,” kata Dody.

Kondisi jalan nasional di Kabupaten Solok dipenuhi lumpur dan material banjir setelah terdampak banjir bandang (Foto: Kementerian PU)

Upaya tersebut kemudian membuat ruas Solok–Padang kembali dapat dilalui masyarakat pada Selasa 22 September 2026. Pembukaan akses dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB setelah material yang menghalangi badan jalan dibersihkan.

“Ruas Solok–Padang yang sempat terputus akibat banjir bandang tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB telah kembali dibuka. Pembukaan untuk umum pada sore ini, 22 September 2026, sekitar pukul 16.00 WIB,” ucap Menteri PU.

Terbukanya akses utama membantu mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi bantuan menuju kawasan terdampak. Namun, pembersihan sisa lumpur dan material tetap dilanjutkan untuk memastikan kondisi jalan kembali normal.

Pada sektor transportasi, operator bus juga melakukan penyesuaian perjalanan selama proses penanganan berlangsung. Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menggunakan jalur alternatif agar pelayanan penumpang tetap berjalan tanpa melewati titik terdampak.

Kepala BPTD Kelas II Sumatra Barat Deddy Gusman menjelaskan pengalihan rute dilakukan sejak pagi setelah kejadian. “Karena banjir bandang terjadi pada malam hari, operator angkutan telah mengambil langkah cepat untuk mengalihkan rute,” ujarnya.

“Bus AKAP yang melakukan perjalanan pada pagi hingga siang hari telah menggunakan jalur alternatif. Langkah tersebut untuk menghindari titik yang masih dalam proses penanganan.”

Jalan yang kembali terbuka kemudian memberi ruang bagi penanganan menuju kawasan terdampak lainnya. Namun, situasi darurat belum selesai karena tim gabungan masih mencari warga yang belum ditemukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....