Arosuka Pascabanjir Bandang, dari Darurat menuju Pemulihan
- 28 Sep 2026 00:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hujan deras memicu banjir bandang (galodo) di Arosuka Kabupaten Solok pada Senin malam 21 September 2026, mengubah wajah kawasan dalam waktu singkat.
- Air bercampur lumpur, batu, dan material longsoran menerjang kawasan perkantosan serta permukiman warga, menyebabkan kerusakan pada bangunan pemerintahan.
- Banjir bandang terjadi ketika warga masih beraktivitas malam, dengan jalan tertutup oleh material longsoran dan infrastruktur publik mengalami kerusakan.
Bupati Solok Jon Firman Pandu turun langsung setelah galodo menerjang kawasan Arosuka pada Senin malam. Ia meninjau kawasan terdampak sekaligus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan unsur penanggulangan bencana.
Jon menyebut hampir seluruh kantor dalam kompleks Kantor Bupati Solok terdampak aliran banjir bandang. Beberapa di antaranya adalah Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), serta Bappelitbang.
Dari kawasan perkantoran, material banjir kemudian memengaruhi akses masyarakat menuju sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat penanganan harus dilakukan bersamaan antara penyelamatan warga dan pembukaan akses.
“Kita turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat dan memastikan penanganan terhadap dampak bencana dapat dilakukan secepat mungkin. Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat serta memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak dapat ditangani segera,” ujar bupati tersebut.
Pemerintah Kabupaten Solok kemudian menetapkan status tanggap darurat selama empat belas hari. Status tersebut berlaku mulai 22 September hingga 5 Oktober 2026 berdasarkan keputusan bupati.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy juga meminta pemerintah memastikan pelayanan masyarakat tidak ikut terhenti. Menurutnya, kondisi kantor pemerintahan yang terdampak harus diikuti dengan langkah pelayanan darurat.
“Kita minta pemerintah kabupaten segera siapkan kantor pelayanan terpadu darurat. Jangan sampai karena kantor terdampak bencana, pelayanan kepada masyarakat ikut berhenti, pemerintahan harus tetap berjalan dan masyarakat tetap harus dilayani,” ujar Vasko.
Vasko juga menekankan keselamatan warga harus menjadi pertimbangan utama selama kondisi darurat berlangsung. Masyarakat yang tinggal pada kawasan rawan diminta tidak mengambil risiko dengan bertahan di lokasi tersebut.
“Kita minta masyarakat jangan mengambil risiko. Kalau memang berada di lokasi yang rawan, untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.
Keselamatan warga menjadi perhatian utama ketika pemerintah menghadapi situasi darurat tersebut. Namun, upaya penyelamatan juga harus berjalan bersama pemulihan akses yang terputus akibat material banjir.
Jalan yang sebelumnya menjadi jalur penghubung masyarakat mendadak tertutup lumpur, batu, dan kayu. Karena itu, pembukaan akses menjadi pekerjaan penting yang harus segera dilakukan petugas di tengah penanganan bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....