Arosuka Pascabanjir Bandang, dari Darurat menuju Pemulihan
- 28 Sep 2026 00:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hujan deras memicu banjir bandang (galodo) di Arosuka Kabupaten Solok pada Senin malam 21 September 2026, mengubah wajah kawasan dalam waktu singkat.
- Air bercampur lumpur, batu, dan material longsoran menerjang kawasan perkantosan serta permukiman warga, menyebabkan kerusakan pada bangunan pemerintahan.
- Banjir bandang terjadi ketika warga masih beraktivitas malam, dengan jalan tertutup oleh material longsoran dan infrastruktur publik mengalami kerusakan.
Operasi pencarian korban banjir bandang Kabupaten Solok akhirnya menemukan titik terang. Korban terakhir yang sebelumnya dinyatakan hilang ditemukan tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat 25 September 2026.
Dengan ditemukannya korban tersebut, seluruh warga yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya ditemukan. BNPB mencatat total dua orang meninggal dunia akibat bencana yang menerjang kawasan Arosuka.
Selain korban meninggal dunia, empat warga mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda. Tiga warga mengalami luka ringan, sedangkan seorang lainnya mengalami luka berat dan mendapat penanganan medis.

Setelah operasi pencarian selesai, fokus penanganan bergeser menuju pembersihan dan pendataan dampak bencana. Data terbaru kemudian menunjukkan jumlah kerusakan yang lebih luas dibandingkan pendataan awal.
BNPB mencatat 98 rumah terdampak, terdiri atas 19 rumah rusak berat, 16 rusak sedang, dan 52 rusak ringan. Delapan rumah terendam, sementara tiga rumah lainnya berada dalam kondisi rawan setelah diterjang material banjir.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pemerintahan dengan 12 gedung perkantoran terdampak bencana. Sebanyak enam gedung mengalami kerusakan berat dan enam lainnya mengalami kerusakan ringan.
Selain itu, bencana juga turut berdampak terhadap tujuh kendaraan roda empat yang berada di kawasan terdampak. Sementara itu, pendataan terhadap kendaraan roda dua masih dilakukan pemerintah daerah.
Sektor pertanian juga mengalami dampak cukup besar setelah material banjir menerjang kawasan masyarakat. Sekitar 57 hektare lahan terdampak, terdiri atas 42 hektare sawah dan 15 hektare lahan kering.
Data tersebut menjadi dasar pemerintah menentukan kebutuhan bantuan sekaligus langkah pemulihan berikutnya. Setelah keselamatan dan pencarian korban ditangani, perhatian mulai beralih pada kehidupan warga terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....