May Day 2026: Buruh Menagih, Presiden Menjawab
- 03 Mei 2026 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- May Day 2026 menjadi panggung tuntutan buruh sekaligus momentum Presiden Prabowo Subianto mengumumkan sejumlah kebijakan ketenagakerjaan baru.
- Dari penghapusan outsourcing, perlindungan ojol, hingga Satgas PHK, pemerintah menjawab langsung aspirasi buruh di Monas.
- Buruh menagih realisasi janji, sementara pemerintah menegaskan komitmen memperkuat perlindungan pekerja dan kesejahteraan rakyat.
RIBUAN buruh dari berbagai daerah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, sejak Jumat pagi, 1 Mei 2026. Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penegasan arah kebijakan pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja.
Seperti tahun sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga hadir langsung di tengah massa buruh. Presiden terlihat beberapa kali mencatat tuntutan yang disampaikan pimpinan serikat pekerja dari atas panggung utama.
Sejumlah tuntutan disampaikan langsung kepada Presiden, mulai dari penghapusan outsourcing hingga perlindungan pekerja digital. Aspirasi lain mencakup daycare buruh, perlindungan awak kapal, ancaman PHK, hingga pembangunan rumah murah pekerja.
Momentum May Day 2026 akhirnya tidak hanya menjadi panggung penyampaian aspirasi buruh. Pemerintah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengumumkan sejumlah kebijakan yang diklaim berpihak kepada pekerja.

|
Selanjutnya,
RUU Ketenagakerjaan dan Penghapusan Outsourcing
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....