Siswa Rela Naik Sampan, Guru Minta Pemerintah Bertindak
- 09 Jul 2026 20:36 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Perjuangan memperoleh pendidikan yang layak masih menjadi harapan bagi sebagian pelajar di Kabupaten Sanggau. Di SMPN 03 Satap Toba, siswa harus menyeberangi sungai menggunakan sampan setiap hari demi bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, SMPN 03 Satap Toba, Edi Sapriyansyah mengatakan, tantangan pendidikan di sekolahnya tidak hanya dialami peserta didik, tetapi juga para guru yang harus tinggal di sekitar sekolah karena akses menuju lokasi sangat sulit dijangkau. Meski demikian, semangat belajar siswa tetap tinggi dan sekolah terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik.
"Anak-anak kami setiap hari harus menyeberang menggunakan sampan sebelum berjalan kaki menuju sekolah. Karena itu, saat cuaca buruk kami memberikan toleransi waktu agar keselamatan mereka tetap menjadi prioritas," ujar Edi dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Kamis, 9 Juli 2026.
"Kami berharap pemerintah dapat membantu penambahan ruang belajar, memperbaiki akses transportasi, serta meningkatkan fasilitas pendukung seperti jaringan internet. Seluruh anak di wilayah pedalaman memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas," sambung Edi.
Edi menambahkan, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini sudah berjalan sesuai jadwal. Namun, sekolah tetap menerapkan kebijakan khusus bagi calon peserta didik yang terlambat mendaftar karena kondisi geografis dan keterlambatan memperoleh informasi.
"Untuk jadwal kami tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Namun karena berada di wilayah terpencil, kami memberikan toleransi kepada calon peserta didik yang terlambat sepanjang masih memenuhi persyaratan administrasi," ucap dia.
Edi menjelaskan, jumlah peserta didik baru yang diterima setiap tahun masih jauh di bawah kapasitas ideal. Kondisi tersebut dipengaruhi letak sekolah yang terpencil, hanya ditopang satu sekolah dasar induk, serta banyak orang tua yang membawa anak melanjutkan pendidikan ke kota.
"Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pemerataan pendidikan benar-benar dirasakan hingga pelosok daerah. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kesempatan belajar bagi anak-anak di wilayah terpencil diharapkan semakin terbuka," harapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....