Danramil Kapuas Sebut Aturan Adat Efektif Cegah Karhutla
- 11 Jun 2026 20:28 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Kearifan lokal yang masih dijalankan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau. Danramil Kapuas, Kapten Inf. Eko Prasetyo Widodo mengatakan, masyarakat umumnya telah memahami batasan dan tanggung jawab saat membuka lahan.
“Masyarakat sebenarnya bukan bandel. Mereka masih mengedepankan aturan adat yang berlaku di lingkungan masing-masing dan memahami batasan-batasan yang harus dipatuhi,” kata Kapten Eko saat Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Kantor Camat Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis 11 Juni 2026.
Menurutnya, masyarakat mengetahui adanya konsekuensi adat apabila kebakaran yang ditimbulkan merembet hingga ke lahan milik orang lain. Karena itu, sebagian besar warga berupaya menjaga agar aktivitas pembukaan lahan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Kalau sampai kebakaran itu merembet ke lahan orang lain, pasti ada sanksi adat. Saya rasa masyarakat sudah memahami hal tersebut dan itu menjadi salah satu bentuk pengendalian di tingkat masyarakat,” ungkapnya.
Meski demikian, dia menilai sosialisasi tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama menjelang musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Langkah tersebut penting untuk mengingatkan kembali masyarakat mengenai risiko dan dampak karhutla.
“Yang kita lakukan hari ini adalah mengingatkan kembali masyarakat tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari agar kejadian karhutla dapat dicegah,” ucapnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat yang didukung kearifan lokal dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla di Kabupaten Sanggau. Dengan dukungan seluruh pihak, jumlah titik panas maupun kejadian kebakaran hutan dan lahan diharapkan dapat ditekan selama musim kemarau 2026.
“Harapan kita ke depan, angka hotspot dan kejadian karhutla di Kabupaten Sanggau bisa terus menurun sehingga dampaknya terhadap masyarakat juga dapat diminimalkan,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....