Sanggau Perkuat Validasi Data Penanggulangan Kemiskinan Daerah
- 03 Jun 2026 15:31 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sanggau terus diperkuat melalui peningkatan validasi dan verifikasi data masyarakat miskin agar kebijakan yang disusun lebih tepat sasaran. Hal ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah mengingat dinamika data kemiskinan yang cenderung fluktuatif dari waktu ke waktu.
Sekretaris Badan Perencaanaan Pembangunan, Riset Dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Sanggau, Yulius Elto menyampaikan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kabupaten Sanggau saat ini mencapai sekitar 516.000 jiwa, dengan pertumbuhan year on year sekitar 6.000 jiwa. Sementara itu, tingkat kemiskinan tercatat sebesar 4,61 persen atau sekitar 22.930 jiwa, namun angka tersebut masih memerlukan verifikasi dan validasi ulang agar diperoleh data yang lebih mutakhir dan akurat.
“Berdasarkan data BPS, penduduk Sanggau sekitar 516.000 jiwa dengan pertumbuhan year on year 6.000 jiwa, tingkat kemiskinan 4,61 persen atau 22.930 jiwa, namun masih perlu verifikasi dan validasi ulang agar lebih akurat,” ungkap Yulius Elto dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Rabu 3 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan data kemiskinan, terutama pada kategori desil 1 dan 2 yang mencakup kelompok masyarakat miskin dan sangat miskin, ketepatan data menjadi kunci dalam menentukan arah intervensi program penanggulangan kemiskinan di lapangan. Dengan adanya aplikasi SIDOMPU menjadi salah satu pintu masuk utama dalam proses verifikasi dan validasi data sosial ekonomi masyarakat, dengan sistem ini diharapkan dapat memperkuat integrasi data sehingga program penanggulangan kemiskinan lebih terarah dan terukur.
“Kolaborasi antara perangkat daerah, pemerintah desa, dan stakeholder sangat penting agar data yang digunakan benar-benar sesuai kondisi riil masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Yulius menyampaikan jika pemerintah daerah menyoroti adanya kecenderungan fluktuasi angka kemiskinan yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi nasional dan provinsi, terutama pasca pandemi COVID-19. Namun demikian, ketahanan ekonomi di Kabupaten Sanggau disebut telah menunjukkan perbaikan secara bertahap.
Menurutnya, dalam jangka pendek dan panjang, strategi penanggulangan kemiskinan akan difokuskan pada program yang berkorelasi langsung dengan masyarakat di kawasan hutan dan kantong-kantong kemiskinan yang tersebar di 15 kecamatan. Pendekatan berbasis wilayah ini dinilai penting untuk menjangkau kelompok masyarakat yang masih rentan secara ekonomi.
"Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kesinambungan antara kondisi riil masyarakat dengan program intervensi yang dijalankan, sehingga upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,"katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....