Pengelolaan Sampah Takjil Perlu Kesadaran Masyarakat Sanggau
- 02 Mar 2026 15:34 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Volume sampah takjil selama Ramadhan di beberapa titik Kota Sanggau mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat oleh pihak berwenang maupun masyarakat setempat.
Tokoh masyarakat Sanggau, Abdul Rahim mengatakan kenaikan volume sampah takjil terlihat jelas di beberapa lokasi pasar dan kontainer sampah di Kota Sanggau, dengan peningkatan sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan hari biasa. Hal ini menunjukkan aktivitas jual beli makanan dan minuman untuk berbuka puasa turut berdampak langsung pada kondisi lingkungan.
“Kenaikan sampah takjil di pasar dan kontainer Kota Sanggau hingga 10–20 persen menunjukkan dampak langsung aktivitas jual beli berbuka puasa terhadap lingkungan," ungkap Abdul Harim dalam Dialog Sanggau Menyapa , Senin 2 Maret 2026.
Abdul menilai sebagian besar sampah yang menumpuk merupakan plastik pembungkus takjil, karena para pedagang masih menggunakan plastik sebagai kemasan utama untuk makanan yang dijual. Meski beberapa pedagang telah beralih menggunakan daun atau kemasan ramah lingkungan, penggunaan plastik masih mendominasi di banyak titik.
“Masih banyak pedagang menggunakan plastik, meski sebagian sudah memakai daun dan kemasan ramah lingkungan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah,” jelasnya.
Abdul menyampaikan pentingnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dan membuang sampah pada tempatnya agar tidak menimbulkan bau dan masalah kesehatan. Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara pedagang, masyarakat, dan pihak berwenang untuk menjaga kebersihan lingkungan selama Ramadan.
Untuk mengatasi sampah yang menumpuk, diminta Dinas terkait bersama masyarakat rutin melakukan pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seperti di Sungai Kosak. Pengangkutan rutin ini bertujuan agar sampah takjil tidak membusuk dan mencemari lingkungan sekitar pasar dan permukiman warga.
"Dengan kesadaran bersama dan pengelolaan yang baik, volume sampah takjil dapat ditekan sehingga lingkungan tetap bersih, aman, dan nyaman selama bulan Ramadan serta kerjasama semua pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah yang berkelanjutan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....