Pengelolaan Sampah Sanggau Terkendala Fasilitas dan Alat Berat
- 04 Agt 2026 13:08 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Keterbatasan fasilitas serta kendala operasional alat berat masih menjadi tantangan utama dalam mendukung pengelolaan sampah di Kabupaten Sanggau. Kondisi tersebut berdampak pada proses penanganan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sehingga memerlukan perhatian dan dukungan berbagai pihak agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau, Sumardi, mengatakan pihaknya terus berupaya memaksimalkan pengelolaan sampah meskipun dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana. Menurutnya, keberadaan alat berat yang berfungsi dengan baik sangat penting untuk mendukung aktivitas penataan, pemadatan, dan penimbunan sampah di TPA agar pengelolaan berlangsung lebih efektif.
"Kendala alat berat hambat optimalisasi pengelolaan sampah daerah setiap hari. Meski demikian, kami terus melakukan berbagai upaya agar pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada serta melakukan koordinasi untuk mempercepat penanganan kendala yang dihadapi," kata Sumardi dalam dialog RRI Sanggau Menyapa, Selasa 4 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, alat berat memiliki peran penting dalam proses operasional di TPA, terutama untuk meratakan, memadatkan, dan menutup timbunan sampah agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas. Jika alat mengalami kerusakan atau tidak dapat beroperasi secara maksimal, maka proses pengelolaan sampah menjadi kurang efisien dan berpotensi meningkatkan volume sampah yang belum tertangani.
"Penambahan fasilitas dukung pengelolaan sampah lebih efektif dan berkelanjutan bersama. Kami berharap adanya dukungan terhadap pemenuhan sarana dan prasarana, termasuk perbaikan maupun pengadaan alat berat, sehingga pelayanan pengelolaan sampah kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan," ungkapnya.
Menurutnya, selain penguatan fasilitas, keberhasilan pengelolaan sampah juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya. Edukasi mengenai pemilahan sampah, penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R), serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan menjadi bagian penting untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.
Sumardi berharap sinergi pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan terus diperkuat mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Kabupaten Sanggau. Dengan dukungan fasilitas memadai, operasional alat berat optimal, serta meningkatnya kesadaran masyarakat, pelayanan lingkungan diharapkan semakin efektif mewujudkan Kabupaten Sanggau yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....