Menilik Penanganan Kasus Rabies di Perbatasan

  • 11 Feb 2026 16:38 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau melalui Puskesmas Entikong telah memberikan vaksin anti rabies (VAR) kepada warga yang menjadi korban gigitan anjing. Sejak awal tahun 2026 hingga saat ini, tercatat sebanyak 13 kasus gigitan anjing yang telah ditangani dengan pemberian vaksin sesuai prosedur medis.

Kasi Pemerintahan Desa Entikong Marsianus Filisitas Apra, mengatakan penanganan kasus rabies memerlukan kolaborasi lintas sektor. Hal yang paling utama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya rabies dan pentingnya pencegahan sejak dini.

“Setiap kasus gigitan langsung ditangani dengan pemberian vaksin agar tidak berkembang menjadi rabies. Ini sebagai langkah cepat untuk melindungi keselamatan masyarakat karena sudah ada 13 kasus gigitan hewan penular rabies yang sudah kami tangani,” ujarnya Marsianus dalam Dialog Entikong Menyapa, Rabu 11 Februari 2026.

Marsianus juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap hewan peliharaan yang berada di lingkungan terdekat, dan edukasi terus dilakukan agar pemilik hewan memperhatikan kesehatan dan kebersihan hewan serta lingkungan tempat tinggalnya. Ia menekankan pentingnya memastikan hewan peliharaan dipagarkan atau dikandangkan agar tidak berkeliaran bebas dan berpotensi menularkan virus rabies.

“Yang terpenting, hewan peliharaan harus dijaga dengan baik, diperhatikan kesehatannya, kebersihan kandangnya, dan tidak dibiarkan lepas begitu saja. Ini demi mencegah penyebaran virus rabies di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Dengan langkah penanganan medis yang cepat serta peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan kasus rabies di wilayah perbatasan dapat ditekan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. Melalui sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan rabies dapat berjalan lebih optimal demi menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi seluruh warga.

“Dengan edukasi dan langkah penanganan medis yang cepat di lakukan oleh Dinas Kesehatan Sanggau melalui Puskesmas Entikong, serta peningkatan kesadaran masyarakat kami berharap kasus rabies di wilayah perbatasan dapat ditekan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.” kata Marsianus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....