Kasus Rabies di Sekayam Meningkat, Ratusan HPR Divaksin

  • 11 Feb 2026 12:58 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Lonjakan kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Sanggau mendorong Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) setempat bergerak cepat. Vaksinasi massal HPR dilakukan dengan sasaran wilayah Desa Balai Karangan di Kecamatan Sekayam yang jumlah gigitannya mencapai 15 kasus.

Medik Veteriner Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Sekayam, drh. Urwatul Dzhumirah mengungkapkan, vaksinasi massal HPR menjadi respons serius pemerintah daerah dalam menekan potensi penyebaran rabies yang dapat mengancam keselamatan warga. Pola vaksinasi dilakukan secara intensif dengan menyasar langsung hewan peliharaan warga di daerah rawan.

“Karena kasus gigitan HPR di Balai Karangan cukup tinggi, vaksinasi kali ini kami lakukan secara door to door agar cakupannya lebih maksimal,” ucap Urwatul, Rabu 11 Februari 2026.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan ini, tim vaksinator menargetkan sekitar 200 ekor anjing untuk divaksin. Namun, pelaksanaan di lapangan tidak sepenuhnya berjalan mulus karena masih banyak hewan peliharaan yang dilepasliarkan sehingga menyulitkan proses penanganan.

Vaksinasi HPR di Balai Karangan, Rabu 11 Februari 2026. (Foto: RRI/Rangga).

Urwatul mengungkapkan, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel HPR sebelumnya menunjukkan positif rabies. Temuan ini mempertegas urgensi vaksinasi dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penularan.

“Pemilik hewan, khususnya anjing, kami imbau untuk tidak melepasliarkan peliharaannya, upaya pengendalian rabies tidak akan efektif tanpa partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Balai Karangan, Erzan Umar memastikan, Pemerintah Desa telah mensosialisasikan imbauan kepada warga agar mengandangkan HPR guna meminimalkan risiko penyebaran rabies. Sosialisasi dilakukan dengan mendatangi langsung pemilik hewan.

“Jika masih ada HPR yang dilepasliarkan atau tidak bertuan, petugas akan mengambil tindakan tegas, karena situasi saat ini cukup serius dan membutuhkan kesadaran bersama,” kata Erzan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....