Ridwani Ajak Umat Islam Hidupkan Sunah Puasa Ramadhan

  • 23 Feb 2026 07:14 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Bulan suci Ramadan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, selain menjalankan kewajiban menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari terdapat berbagai amalan sunah yang dianjurkan untuk menyempurnakan nilai puasa. Sunah-sunah berpuasa ini tidak hanya menambah pahala, tetapi juga memperkuat makna spiritual dan membentuk akhlak yang lebih baik.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mukok, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau Ridwani, menjelaskan selain menahan lapar dan dahaga, umat Islam dianjurkan mengamalkan sejumlah sunah saat berpuasa agar pahala semakin sempurna dan ketakwaan semakin meningkat. Lebih dari itu, puasa merupakan sarana pembinaan diri untuk membentuk pribadi yang bertakwa melalui penguatan spiritual dan perbaikan akhlak.

“Puasa bukan sekadar menahan diri dari hal-hal yang membatalkan, tetapi juga memperbanyak amalan sunah sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah,” ujar Ridwani dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Entikong, Senin 23 Februari 2026.

Ridwani mengatakan beberapa sunah berpuasa yang dianjurkan dalam ajaran Islam, di antaranya makan sahur, mengakhirkan waktu sahur, serta menyegerakan berbuka puasa ketika waktu magrib tiba. Selain itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, menjaga lisan, dan memperbanyak doa juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan.

“Beberapa sunah berpuasa yang dianjurkan dalam ajaran Islam antara lain makan sahur dan mengakhirkannya, menyegerakan berbuka saat Magrib, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, menjaga lisan, dan memperbanyak doa selama bulan Ramadan,” kata Ridwani.

Menurutnya, makan sahur memiliki keberkahan tersendiri dan menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa umat terdahulu, sementara menyegerakan berbuka merupakan bentuk ketaatan terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku selama berpuasa meski secara hukum fikih puasa seseorang sah, nilai ibadahnya dapat berkurang apabila tidak menjaga lisan dari perkataan dusta, ghibah, dan perbuatan sia-sia.

“Jangan sampai kita hanya mendapatkan lapar dan haus tetapi kehilangan pahala karena tidak menjaga akhla, kita semua harus mampu menghidupkan sunah-sunah berpuasa dan menjadikan Ramadhan sebagai jalan menuju ridha Allah SWT,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....