Puasa Ajarkan Kendalikan Diri dan Konsumsi

  • 02 Mar 2026 14:17 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Puasa bukan hanya dipahami sebatas menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, tapi makna puasa jauh lebih dalam dari sekadar menunda makan dan minum seharian. Karena sebagai seorang muslim harus bisa memahami arti puasa, yaitu latihan menyeluruh untuk mengendalikan diri, membersihkan hati, serta menjaga tubuh dari segala yang haram dan berlebihan.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kapuas, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau Tati Triwahyuningtias, menyampaikan bahwa puasa memiliki dimensi spiritual dan sosial yang sangat luas. Selain menahan diri dari makan dan minum, umat Islam juga diajak untuk menjaga lisan, perilaku, serta memastikan setiap yang dikonsumsi berasal dari sumber yang halal karena hal ini menjadi bagian penting dalam menyempurnakan nilai ibadah puasa.

”Puasa memiliki makna spritual yang luas bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan, perilaku, serta memastikan setiap yang dikonsumsi berasal dari sumber yang halal serta kepedulian sosial yang tinggi," ungkap Tati dalam obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Senin 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi seseorang akan berpengaruh terhadap kebersihan hati dan kualitas ibadahnya, jika seseorang masih mengabaikan aspek kehalalan atau berlebihan saat berbuka, maka esensi puasa bisa berkurang. Oleh sebab itu, Ramadan menjadi momen refleksi untuk memperbaiki pola konsumsi dan gaya hidup.

“Setiap yang masuk ke dalam tubuh baik itu minum dan makan serta tindak tanduk kita selama berpuasa adalah hal yang dipertanggungjawabkan di hadapan Allah," ujarnya.

Lebih lanjut, Tati mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan waktu berbuka sebagai ajang berlebihan dalam menyajikan makanan, kesederhanaan dan kecukupan justru lebih mendekati nilai ketakwaan yang menjadi tujuan utama puasa. Mengendalikan nafsu makan saat berbuka merupakan bagian dari latihan pengendalian diri.

Tati menambahkan bahwa puasa mengajarkan empati terhadap sesama, terutama mereka yang kekurangan dengan merasakan lapar dan haus, umat Islam diharapkan tumbuh rasa kepedulian sosial dan semangat berbagi. Nilai-nilai ini memperkuat solidaritas dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Berbukalah dengan sederhana jangan berlebihan, kendalikan nafsu, dan jadikan puasa sebagai jalan menumbuhkan empati serta kepedulian sosial karena Ramadan adalah madrasah pengendalian diri yang membentuk pribadi bertakwa,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....