Menjaga Lisan, Amalan Sepele tapi Dirindukan Surga
- 04 Mar 2026 14:23 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Menjaga lisan bukan perkara sederhana, namun memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa surga merindukan golongan hamba yang mampu menjaga ucapannya dari hal-hal yang sia-sia dan menyakiti orang lain.
Pelaksana KUA Kecamatan Tayan Hulu, Laela Ulfa Sa'adah, mengatakan menjaga lisan merupakan bagian dari kesempurnaan iman seorang muslim. Ia menyebut banyak dosa justru berawal dari ucapan yang tidak terkontrol.
“Surga merindukan orang yang menjaga lisannya karena dari lisanlah banyak kebaikan dan keburukan muncul. Jika lisannya terjaga dari ghibah, fitnah, dan kata kasar, maka itu tanda imannya kuat,” ujar Laela dalam Mutiara Pagi Islam RRI Entikong, Selasa, 3 Maret 2026.
Laela menjelaskan lisan adalah anggota tubuh yang ringan digerakkan tetapi berat pertanggungjawabannya. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali terjebak dalam pembicaraan yang tidak bermanfaat.
| Baca juga: Puasa Ajarkan Kendalikan Diri dan Konsumsi |
“Rasulullah mengajarkan agar berkata baik atau lebih baik diam. Diam dari perkataan buruk justru bisa menjadi amal kebaikan yang besar di sisi Allah,” ungkapnya.
Menjaga lisan kata Laela, menjadi semakin penting di bulan Ramadan karena pahala dan dosa dilipatgandakan. Menurutnya, tidak ada artinya menahan lapar dan dahaga jika lisan tetap digunakan untuk menyakiti orang lain.
“Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan amarah dan ucapan yang tidak baik. Orang yang mampu menjaga lisannya saat puasa menunjukkan kualitas takwa yang sesungguhnya,” jelasnya.
Laela berharap umat Islam dapat lebih berhati-hati dalam berbicara, baik secara langsung maupun di media sosial. Dengan menjaga lisan, seorang muslim tidak hanya menjaga hubungan dengan sesama, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT sehingga layak menjadi golongan yang dirindukan surga
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....