Puasa Ramadan, Perisai Diri menuju Derajat Takwa
- 18 Feb 2026 16:05 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong — Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi ibadah istimewa yang membentuk pengendalian diri dan memperkuat hubungan hamba dengan Allah. Puasa merupakan kewajiban yang sarat makna spiritual, sekaligus perisai dari keburukan untuk mengantarkan umat Islam menuju derajat takwa.
Kadarusno, Pelaksana KUA Kecamatan Sekayam menyampaikan bahwa puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Ia menekankan pentingnya memahami makna puasa secara menyeluruh agar ibadah yang dijalankan tidak hanya sebatas rutinitas tahunan.
“Puasa Ramadan adalah ibadah langsung antara hamba dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ganjarannya diberikan langsung oleh Allah,” ujar Kadarusno dalam Obrolan Mutiara Pagi Islam RRI Entikong, Rabu 18 Februari 2026.
Ia menjelaskan, dalam Al-Qur’an digunakan istilah siyam yang memiliki aturan, syarat, dan rukun tertentu. Menurutnya, siyam berbeda dengan sekadar menahan diri dari makan dan minum, karena di dalamnya terdapat nilai ketaatan dan kedisiplinan yang harus dijaga.
“Siyam memiliki ketentuan yang harus dipenuhi, jika dilaksanakan dengan benar dan penuh kesungguhan, maka kita akan memperoleh ganjaran serta keistimewaan dari Allah,” katanya.
Kadarusno juga menerangkan bahwa puasa berfungsi sebagai perisai dari perbuatan maksiat dan berbagai keburukan. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, as-shiyamu junnah, yang berarti puasa adalah perisai.
“Jika dijalankan dengan baik, puasa akan menjaga kita dari godaan dan mengantarkan pada ketakwaan,” ucapnya.
Kadarusno berharap umat Islam menjalankan puasa Ramadan dengan penuh kesungguhan, pemahaman, dan keikhlasan. Menurutnya, tujuan akhir puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa sebagai bekal menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....