Ramadan Titik Balik Semangat Hidup dan Peningkatan Ibadah

  • 25 Feb 2026 11:03 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Banyak orang mengira puasa dapat membuat tubuh menjadi lemas dan harus rebahan sepanjang hari, padahal secara ilmiah puasa justru melatih disiplin, fokus dan kontrol diri. Saat kita menahan lapar dan haus, tubuh juga belajar memanfaatkan energi secara lebih efesien dan otak bisa bekerja lebih tajam jika diatur dengan pola makanan dan istirahat yang tepat.

Ketua Maktab Tuli As - Sami Muhammad Fakhrul Maulana, dalam Obrolan Tauladan RRI Sanggau, 25 Februari 2026 menjelaskan, bahwa Ramadan datang bukan untuk melemahkan kita atau membuat kita lamban. Menurutnya hal ini melainkan menjadi momentum untuk melatih kesabaran, kedisiplinan dan pengendalian diri, sekaligus meningkatkan kesadaran spiritual.

"Ramadan datang bukan untuk melemahkan kita dan bukan juga menjadikan kita menjadi orang yang lambat, dan puasa itu bukan alasan lagi untuk mager.Justru puasa itu madrasah energi rohani kita . Ia mungkin melemahkan fisik kita nih tetapi seharunya tuh menguatkan jiwa - jiwa kita," ucap Fakhrul.

Ia juga menjelaskan bahwa seandainya pahala kita dilipatgandakan, seharusnya semangat juga ikut dilipatgandakan. Jika setan dibelenggu seharusnya kemalasan tidak dipelihara, agar Ramadhan tidak hanya mengubah jam makan tetapi juga meningkatkan kualitas diri.

"Kalo seandainya pahala kita dilipat gandakan seharusnya semangat kita juga dilipat gandakan, Kalo setan itu di belenggu kenapa justru kemalasan kita yang kita pelihara," ujarnya

Menurut Fakhrul, jangan sampai Ramadan kita ini mengubah jam makan kita tapi tidak mengubah kualitas diri kita karena sesungguhnya. Ramadan itu bukan siapa yang paling banyak tidurnya disiang hari tapi siapa yang paling banyak beramal dalam sebulan penuh ini.

Lebih lanjut kata Fakhrul, Ramadan adalah anugerah yang tidak semua orang dapatkan bahkan kerugian terbesar adalah ketika seseorang tidak bertemu dengan ramadan tapi kerugian sejati adalah ketika seseorang bertemu di Ramadan tetapi tidak mendapatkan seuatu seperti predikat ketaqwaan dari Allah Subhanawata'alla seperti yang termuat dalam Ayat Al-Quar'an. Ketika seseorang benar - benar memuliakan Ramadhan maka seluruh anggota tubuh akan mengikuti , Ibadah meningkat, Maksiat.

"Semoga Ramadan ini menjadi wasilah menjadi titik balik semangat hidup kita dan menjadik saksi bahwa kita pernah menjadi hamba yang benar - benar dan sungguh - sungguh, maka sangat merugi jika Ramadan berlalu begitu saja tanpa mendapatkan pengampunan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....